JUMLAH Staphylococcus aureus DAN KANDUNGAN NUTRIEN SUSU AKIBAT DIPPING MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn)

APRILIA, Patricia Romintan and HARJANTI, Dian Wahyu and SANTOSO, Sri Agus Bambang (2016) JUMLAH Staphylococcus aureus DAN KANDUNGAN NUTRIEN SUSU AKIBAT DIPPING MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn). Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan & Pertanian.

[img]
Preview
PDF
187Kb
[img]
Preview
PDF
137Kb
[img]
Preview
PDF
99Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

418Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

122Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

435Kb

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh ekstrak daun Belimbing Wuluh dengan frekuensi hari pengujian yang berbeda dalam menurunkan jumlah bakteri Staphylococcus aureus dalam susu dan menjaga kualitas nutrien susu. Penelitian dilaksanakan pada November - Desember 2015 di UPTD Pembibitan Ternak Unggul Mulyorejo Kecamatan Tengaran - Kabupaten Semarang. Materi yang digunakan adalah 16 ekor sapi mastitis subklinis dan ekstrak daun Belimbing Wuluh. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan split-plot in time. Faktor utama (main plot) pada penelitian ini adalah perlakuan antiseptik yaitu T0 (Povidone iodine) sebagai perlakuan kontrol, T1 (1% ekstrak daun Belimbing Wuluh), T2 (3% ekstrak daun Belimbing Wuluh) dan T3 (5% ekstrak daun Belimbing Wuluh). Faktor tambahan (subplot) adalah hari pengambilan sampel yaitu hari ke-0 (H0), hari ke-3 (H3), hari ke-6 (H6) dan hari ke-9 (H9). Pengambilan data berupa pengujian sampel susu hasil pemerahan pagi berdasarkan parameter yang diamati, yaitu jumlah bakteri Staphylococcus aureus, dan kandungan nutrien susu (protein, laktosa, lemak). Data dianalisis menggunakan analisis ragam / anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diketahui bahwa tidak adanya interaksi (P>0,05) antara konsentrasi antiseptik dengan hari pengambilan sampel pada parameter yang diamati. Konsentrasi ekstrak daun Belimbing Wuluh yang berbeda dan Povidone iodine tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) pada parameter yang diamati. Hari pengambilan sampel berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap parameter yang diamati. Rata-rata jumlah Staphylococcus aureus pada H0 (5,26 x 103cfu/ml) lebih tinggi dibanding dengan H3 (0,37 x 103cfu/ml), H6 (0,19 x 103cfu/ml) dan H9 (0,09 x 103cfu/ml). Penurunan jumlah bakteri Staphylococcus aureus secara signifikan terjadi pada H3. Rata-rata protein susu pada hari ke-0 ,3 ,6 dan 9 masing-masing adalah 2,77%, 2,45%, 2,43%, dan 2,89%. Rataan laktosa susu pada hari ke-0, 3, 6 dan 9 masing-masing adalah 4,15%, 3,70%, 3,65% dan 4,28%. Rataan lemak susu pada hari ke-0, 3, 6 dan 9 masing-masing adalah 2,83%, 4,36%, 5,53% dan 4,66%. Ekstrak daun Belimbing Wuluh konsentrasi 1% sudah efektif digunakan sebagai bahan dipping. Perlakuan dipping hingga hari ke-3 sudah optimal dalam menurunkan jumlah Staphylococcus aureus dan mempertahankan kualitas nutrien susu yang meliputi kandungan protein, laktosa dan lemak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:50690
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:28 Oct 2016 15:53
Last Modified:28 Oct 2016 15:53

Repository Staff Only: item control page