UJI KOMPARASI BIOASSAY TEST INSEKTISIDA BENDIOCARB 80 WP DENGAN BIFENTHRINE 10 WP TERHADAP KEMATIAN NYAMUK ANOPHELES DI DESA PLUMBON KECAMATAN KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2005

CAHYONO , AGUNG CAHYONO (2005) UJI KOMPARASI BIOASSAY TEST INSEKTISIDA BENDIOCARB 80 WP DENGAN BIFENTHRINE 10 WP TERHADAP KEMATIAN NYAMUK ANOPHELES DI DESA PLUMBON KECAMATAN KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2005. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
52Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan umum untuk mengetahui kepekaan isektisida Bendiocarb 80 WP dan Bifenthrin 10 WP dalam membunuh nyamuk Anopheles pada permukaan dinding tembok dan papan dalam periode waktu tertentu. Jenis penelitian Eksperimen dengan metode Rendomized test With Control Group Design. Populasi penelitian berupa nyamuk nyamuk Anopheles yang diambil secara random sampling. Sampel penelitian adalah dinding tembok dan papan baik yang telah disemprot insektisida ataupun tidak disemprot. Hasil penelitian :1).Ada perbedaan yang bermakna insektisida Bendiocarb 10 WP setelah disemprotkan pada dinding tembok dan papan 2). Tidak ada perbedaan yang bermakna insektisida Bifenthrine 10WP setelah disemprotkan pada dinding tembok dan papan dalam membunuh nyamuk Anopheles pada bulan ketiga 3). Ada perbedaan yang bermakna antara dinding tembok yang disemprot insektisida Bendiocarb 80 WP dengan Bifenthrin 10 WP dalm nyamuk Anopheles lebih efektif dibandingkan Bifenthrin 10 WP sampai pengamatan bulan ketiga 4). Ada perbedaan yang bermakna antara dinding papan yang disemprot insektisida Bendiocarb. Bendiocarb 80 WP dengan Bifenthrine 10 WP dalam membunuh nyamuk Anopheles lebih efektif Bendiocarb 80 WP dibandingkan Bifenthrine 10 WP sampai pengamatan bulan ke tiga. Beberapa yang penting dalam dalam epidemiologi malaria adalah hubungan antara Host (manusia), Agent (penyebab sakit) dan Environment (lingkungan). Manusia disebut sebagai host intermediate dimana siklus aseksual parasit malaria terjadi, sedangkan nyamuk malaria disebut host definitive dimana siklus seksual parasit malaria berlansung. Upaya pemberantasan penyakit malaria secara umum ditunjukan pada dua hal yaitu upaya penemuan, pengobatan penderita malaria dan upaya pemberansatan vektor. Salah satu kegiatan peberantasan vaktor yaitu krgiatan pnyemprotan rumah, dalam kegiatan prnyemprotan rumah dipergunakan insektisida untuk membunuh nyamuk Anopheles. Ada berbagai macam jenis insektisida yang telah direkomendasikan oleh Deparmenen Kesehatan RI> Dua diantara yang pernah digunakan dalam kegiatan penyemprotan rumah di Kabupaten Kebumen yaitu Insektisida Bistar 10 WP dosis 0,025/m2 dan Bendiocarb 80 WP dosis 0,2/m2 dosis 0,2/m2. Kata Kunci: Isektisida Bendiocarb 80 WP, Befenthrin 10 WP, nyamuk Anopheles

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:5064
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:22 Jan 2010 08:58
Last Modified:22 Jan 2010 08:58

Repository Staff Only: item control page