AKULTURASI BUDAYA DALAM PEMBERIAN NAMA ANAK PADA KELUARGA PERKAWINAN CAMPUR ANTARA SUKU BALI DAN NON-BALI DI DESA KALIBUKBUK DAN DESA GEROKGAK KABUPATEN BULELENG

MZ, ZULFIANA AMALIANA (2016) AKULTURASI BUDAYA DALAM PEMBERIAN NAMA ANAK PADA KELUARGA PERKAWINAN CAMPUR ANTARA SUKU BALI DAN NON-BALI DI DESA KALIBUKBUK DAN DESA GEROKGAK KABUPATEN BULELENG. Masters thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
1691Kb
[img]
Preview
PDF
1691Kb

Official URL: http://mli.undip.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai struktur-struktur nama diri anak hasil perkawinan campur antara orang suku Bali dengan orang suku non-Bali yang berada di Desa Gerokgak dan Desa Kalibukbuk. Ragam struktur nama diri pada anak keluarga perkawinan campur ditemukan melalui pengaplikasian formulasi nama diri orang Bali. Aturan formulasi tata nama orang Bali dibagi dalam tiga komponen nama, yaitu konten nama depan, konten nama tengah, dan konten nama belakang. Karakteristik struktur nama diri orang Bali terletak pada KD yang tersusun atas unsur penanda gender, unsur penanda wangsa, unsur penanda genetik, dan unsur penanda urutan kelahiran. Untuk KT berupa unsur nama hasil kreatifitas orang tua atau keluarga, sedangkan KB disusun oleh nama keluarga yang dimiliki oleh masyarakat Bali dari wangsa Brahmana. Dalam perolehan data penelitian digunakan metode dokumentasi, dan wawancara terstruktur serta mendalam. Proses wawancara didukung oleh tiga teknik wawancara, yakni teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Data nama diri orang Bali dianalisis secara deskriptif-kontekstual dengan berpedoman pada penerapan aturan formulasi nama diri orang Bali, teori kebermarkahan, teori semantik leksikal, dan teori antropologi linguistik. Dalam proses analisisnya, masing-masing data nama diri orang Bali hasil perkawinan campur tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yakni 1) nama hasil perkawinan campur antara laki-laki orang Bali dengan perempuan suku non-Bali, dan 2)nama hasil perkawinan campur antara laki-laki dari suku non-Bali dengan perempuan suku Bali. Kelompok nama perkawinan campur antara laki-laki orang Bali dengan perempuan suku non-Bali menunjukkan bahwa pemertahanan KD bagi anaknya dipengaruhi oleh peran ayah sebagai orang yang berasal dari suku Bali, sedangkan pola akulturasi budaya ditemukan pada pembentukan nama tengah anaknya. Pada kelompok nama hasil perkawinan campur antara laki-laki dari suku non-Bali dengan perempuan suku Balidiketahui fungsi KD sebagai penanda nama khas orang Bali telah mengalami pergeseran.Pemberian nama diri berdasar aturan formulasi nama orang Bali membuktikan derajat interaksi antarbudaya menunjukkan proses pemertahanan KD ketika perkawinan campur itu hanya dilakukan oleh laki-laki yang berasal dari suku Bali dengan perempuan dari suku non-Bali, sedangkan penghilangan KD sebagai nama khas orang Bali muncul pada perkawinan campur antara perempuan suku Bali dengan laki-laki yang berasal dari suku non-Bali.Selain itu, unsur-unsur nama yang berlaku dalam penyusunan nama dalam KD juga digunakan sebagai unsur nama pembentuk KT. Kondisi ini sebagai wujud pemertahanan unsur nama yang mengandung budaya Bali bagi para pelaku perkawinan campur. Dengan demikian, kajian ini menunjukkan bahwa unsur nama penyusun KD bagi orang Bali diperluas penggunaannya dalam penyusunan KT bagi anak keluarga perkawinan campur antara suku Bali dan non-Bali. Kata Kunci Nama, Bali, formulasi, perkawinan campur, akulturasi This study was provided full and thorough overview of the structures of names of intermarriage’s children who parents are Balinese and non-Balinese in Gerokgak and Kalibukbuk villages. The variety of name's structure of intermarriage's children, which is bound to cultural reality, also applied the rule of Balinese name formulation in general. This name formulation is for according the rule namely three name component that consists of first name content, middle name content, and surname name content. Characteristics of the of Balinese name structure lies in the first name content that is composed of elements of gender-sign, caste-sign, genetic-sign, and birth-sign. The middle name is the name produced from parents' creativity, then the surname element is the family name of Brahman caste. Data compilation was undergone using method of documentation, and structured and in-depth interview. The interview process is supported by three interview techniques, the techniques involved refer to non-participatory observation, recording technique, and technical notes. The Balinese name data was analyzed descriptively and contextuallybased on the application of the rules of the Balinese name formulations according to Antara (2013), markedness theory, the lexical semantics theory, and the linguistic anthropology theory. In the process of analysis, the data of Balinese children names of intermarriage parents were split into two groups, namely 1) the children name of the intermarriages between Balinese men and non-Balinesewomen, and 2) the children name of intermarriages between non-Balinese men and Balinese women. Name group of intermarriages between Balinese men and non-Balinese women shows that first name content maintenance for children affected by the father's role as a Balinese man, while the acculturation patterns found in the formation of the middle name content. In the name group of intermarriages between non-Balinese men and Balinese women it is known that first name content function as marker of typical Balinese name has undergone a shift. The name giving based on self-name formulation rule proves the degree of intercultural interaction underwent process of first name content maintenance when intermarriage was only for Balinese men and non-Balinese women, while the removal of first name content as a typical Balinese name appears on intermarriage between Balinese women and non-Balinese men. Additionally, the elements of name that are used for first name content forming is also used as the elements in forming the middle name content. This condition represents the maintenance form of name's element containing Balinese culture for the intermarriage couples. Keywords: Name, Bali, formulation, intermarriage, aculturation

Item Type:Thesis (Masters)
Additional Information:Dr. Nurhayati, M.Hum
Uncontrolled Keywords:Nama, Bali, formulasi, perkawinan campur, akulturasi
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Linguistic
ID Code:50102
Deposited By:Mahasiswa Magister Linguistik
Deposited On:06 Oct 2016 09:50
Last Modified:06 Oct 2016 09:50

Repository Staff Only: item control page