PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH PENETASAN DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN PROTEIN, MASSA PROTEIN DAGING DAN RASIO EFISIENSI PROTEIN AYAM BROILER

SUNGKOWO, Wisnu and ATMOMARSONO, Umiyati and SUPRIJATNA, Edjeng (2016) PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH PENETASAN DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN PROTEIN, MASSA PROTEIN DAGING DAN RASIO EFISIENSI PROTEIN AYAM BROILER. Undergraduate thesis, Peternakan.

[img]
Preview
PDF
169Kb
[img]
Preview
PDF
30Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

130Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

231Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

136Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1070Kb

Abstract

Penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Penetasan dalam Ransum terhadap Kecernaan Protein, Massa Protein Daging dan Rasio Efisiensi Protein Ayam Broiler dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2015 sampai 10 Januari 2016. Analisis bahan pakan dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Analisis kadar protein daging dilakukan di Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaat kandungan protein tepung limbah penetasan secara biologis dengan mengkaji kecernaan protein, massa protein daging dan rasio efisiensi protein. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 144 ekor ayam broiler unsex umur 15 hari, bobot badan rata-rata 508,45 ± 39,09 g dan koefisien variasi (CV) 7,68%, strain Lohmann diproduksi PT. Japfa Breeding Farm. Bahan penyusun ransum adalah jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, poultry meat meal, tepung ikan dan tepung limbah penetasan ayam broiler. Ransum disusun iso energi dan iso protein dengan kandungan energi metabolis (EM) 3.100 kkal/kg dan protein kasar (PK) 23%. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam broiler. Perlakuan adalah T0 = Ransum tanpa penggunaan limbah penetasan ayam broiler, T1 = Ransum dengan penggunaan limbah penetasan ayam broiler 4%, T2 = Ransum dengan penggunaan limbah penetasan ayam broiler 8% dan T3 = Ransum dengan penggunaan limbah penetasan ayam broiler 12%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung limbah penetasan hingga 12% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai kecernaan protein (T0 = 60,26%, T1 = 65,08%, T2 = 70,86%, T3 = 69,20%) dan massa protein daging (T0 = 84,68 g, T1 = 96,37 g, T2 = 99,63 g, T3 = 98,84 g) namun memberikan pengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap rasio efisiensi protein (T0 = 2,10) < (T1 = 2,28), (T2 = 2,31), (T3 = 2,38), T1=T2=T3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah penetasan hingga 12% memberikan pengaruh yang sama dengan ransum kontrol terhadap kecernaan protein dan massa protein daging, bahkan meningkatkan efisiensi penggunaan protein ransum.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:49949
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:06 Sep 2016 10:51
Last Modified:06 Sep 2016 10:51

Repository Staff Only: item control page