EFEK DEFICIT AIR PADA TANAMAN RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DAN BENGGALA(Panicum maximum)

Purbajanti, E.D. and Widyati-Slamet,, Widyati-Slamet, and Kusmiyati, Florentina (2013) EFEK DEFICIT AIR PADA TANAMAN RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DAN BENGGALA(Panicum maximum). Prosiding Seminar Nasional Akselerasi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Menuju Kemandirian Pangan dan Energi . pp. 425-431. ISSN 978-602-14235-0-9

[img]
Preview
PDF
2863Kb
[img]
Preview
PDF
9Mb

Abstract

ABSTRAK Defisit atau kekurangan air dapat menurunkan potensial air daun, diikuti penurunan turgor, konduksi stomata dan fotosintesis, oleh karena itu menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil yang ditargetkan melalui kegiatan penelitian ini adalah mengetahui performance rumput pada deficit air dan kedalaman perakaran serta WUE telah dilakukan pada Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Penelitian menggunakan tanaman rumput dengan media tanah yang dirancang sesuai pola factorial berdasar rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis rumput (R) yaitu gajah (Pennisetum purpureum) dan benggala(Panicum maximum) Faktor kedua adalah TS = tanpa stres, dan S = tidak diberi air selama 7 hari pada minggu ke 5. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang akar, leaf area per plant (LAPP), aktivitas nitrat reduktase , kadar protein dan water use efficiency (WUE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter menunjukkan penurunan kecuali kadar protein. Persentase pengurangan hasil rumput gajah dari parameter tinggi tanaman, panjang akar, leaf area per plant, aktivitas nitrat reduktase dan water use efficiency masing-masing adalah 22,08; 39,69; 12,55; 32,64 dan 36,77 %. Adapun rumput benggala mengalami penurunan pada parameter parameter tinggi tanaman, panjang akar, leaf area per plant, aktivitas nitrat reduktase dan water use efficiency masing-masing adalah 19,58; 39,58;26,97; 40,11 dan 25,08%. Berdasarkan derajat toleransi maka rumput gajah dan benggala termasuk moderat yaitu mempunyai toleransi sedang terhadap deficit air. Rumput gajah mempunyai jumlah skor yang lebih tinggi berarti rumput gajah lebih toleran kering dibanding benggala. Kata kunci : rumput, pertumbuhan, LAPP, protein kasar, WUE

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:49841
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:23 Aug 2016 13:58
Last Modified:23 Aug 2017 09:28

Repository Staff Only: item control page