GEDUNG KESENIAN RADEN SALEH

Ridwansyah, Wildan and Hartuti Wahyuningrum, Sri and Woro Murtini, Titien (2016) GEDUNG KESENIAN RADEN SALEH. Undergraduate thesis, universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
906Kb
[img]
Preview
PDF
461Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2898Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1370Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1958Kb
[img]
Preview
PDF
922Kb
[img]
Preview
PDF
558Kb
[img]
Preview
PDF
372Kb

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan berbagai suku bangsa yang mempunyai beraneka ragam budaya daerah. Berbagai ragam budaya daerah tersebut merupakan akar bagi terbentuknya karakter dan identitas msyarakat Indonesia. Melalui kegiatan seni budaya, generasi muda diharapkan dapat mewarisi nilai-nilai sosial, historis, religi, maupun pengetahuan dari generasi sebelumnya. Kota Semarang sendiri merupakan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan dengan penduduk penduduk melebihi 1,5 juta jiwa pada 2010 . Semarang sendiri kaya akan budaya karena merupakan hasil alkuturasi Jawa, Arab, Cina, karena potensinya yang kaya akan budaya dan tradisi yang merupakan sumber kreativitas. Dengan besarnya jumlah penduduk dan keberagaman suku dan budaya yang ada di Kota Semarang juga memerlukan suatu wadah untuk mengekspresikan seni dan budaya. Perda No.6/Tahun 1987 menguatkan perlunya dibangun suatu wadah kesenian dan kebudayaan di Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah. Salah satu wadah kesenian dan kebudayaan di Semarang adalah Taman Budaya Raden Saleh atau TBRS. Merupakan sebuah taman wisata yang terletak di pusat kota. Ditinjau dari segi kebutuhan dan potensi kebudayaan dan kesenian warga Semarang yang membutuhkan tempat berekspresi seperti TBRS. Seiring perjalanannya keadaan TBRS kini mulai meredup, aktivitas kesenian tidak lagi ramai seperti dahulu, kondisi fisik bangunan yang ada juga sudah mulai rusak karena kurangnya perawatan yang baik. Kurang memadai nya fasilitas di TBRS untuk pagelaran kesenian menyebabkan semakin turunnya aktivitas/aktrasi seni yang bergeliat disini. "Selama ini andalannya hanya pertunjukkan ngesti pandowo. Lalu dari sisi gedung juga sebenarnya kurang layak" sebagai yang di tuturkan seniman tari Yoyok Bambang Priyambodo dalam wawancaranya dengan media online . Senada dengan pernyataan tersebut Menurut pimpinan Teater Lingkar (Semarang), Suhartono, gedung pertunjukan yang memadai sangat dibutuhkan terutama untuk pentas-pentas berskala besar. Saat ini menurutnya satu-satunya gedung yang representatif hanyalah Auditorium RRI Semarang, tetapi harga sewanya sangat mahal. TBRS sangat mendesak direvitalisasi, mengingat fasilitas dan sarana yang ada sekarang sangat kurang . Gedung Kesenian Raden Saleh bertujuan untuk mewadahi kebutuhan seniman untuk berekpresi dengan fasilitas yang lebih memadai dengan mempertimbangkan perkembangan kreativitas kesenian dan kebudayaan, menyebarkan kekayaan artistik dan intelektual, apresiasi serta pendokumentasian kesenian dan kreativitas.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:49745
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:15 Aug 2016 09:35
Last Modified:15 Aug 2016 09:35

Repository Staff Only: item control page