EVALUASI PEMANFAATAN URBAN DEVELOPMENT MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM (UDMIS) DALAM PENATAAN RUANG DI KOTA SEMARANG

ISKANDAR, BENNY (2005) EVALUASI PEMANFAATAN URBAN DEVELOPMENT MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM (UDMIS) DALAM PENATAAN RUANG DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
105Kb

Official URL: http://mpwk.undip.ac.id

Abstract

Kinerja penataan ruang perkotaan yang masih belum optimal (rendah), kegagalan pemanfaatan beberapa sistem informasi perkotaan di Indonesia serta adanya kebutuhan evaluasi dalam pengembangan UDMIS menjadi latarbelakang studi. UDMIS di Kota Semarang dipilih karena merupakan proyek percontohan nasional oleh Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dengan tujuan untuk mempersiapkan sistem pengelolaan basis data keruangan dan prasarana yang mampu mempercepat proses perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pembangunan kota. Tujuan studi untuk mengevaluasi kemampuan komponen yang terdapat dalam rancangan UDMIS dalam memenuhi kebuthan peningkatan kinerja penataan ruang di Kota Semarang dan mengevaluasi ketersediaan variabel manajemen pengembangan sistem informasi sebagai prasyarat jaminan keberlanjutan pemanfaatan UDMIS. Dua evaluasi itu diharapkan dapat memberikan tingkat potensi pemanfaatan UDMIS, kelemahan yang ada dan akhirnya dapat diberikan rekomendasi pengembangan selanjutnya sesuai latar belakang studi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan studi adalah analisis perbandingan langsung antara informasi pada rancangan UDMIS dengan kebutuhan sistem informasi dalam penataan ruang di Kota Semarang melalui 9 tahap evaluasi sistem. Data diperoleh dari wawancara, data sekunder dan observasi. Seluruh data kemudian dikuantitatifkan sehingga diperoleh pencapaian 27 indikator evaluasi. Hasil pencapaian tersebut kemudian dianalisis dalam tabel keputusan untuk merumuskan kelemahan, kesimpulan dan rekomendasi pengembangan lanjutan. Hasil survei memperlihatkan adanya apresiasi yang besar terhadap keberhasilan UDMIS, namun tidak disertai dukungan unsur penunjang serta partisipasi yang memadai. Minimnya dukungan pendanaan, legalitas, career pathing, kontrol pimpinan instansi/ manager/ penanggung jawab teknis di tiap instansi yang terlibat menyebabkan pencapaian kemajuan belum sebagaimana yang diharapkan. Kelemahan lainnya pada manajemen proses pengembangan, dimana terdapat beberapa ketidaksesuaian data/informasi pada rancangan UDMIS dan kebutuhan instansi terkait penataan ruang dan prasarana kota. Kelemahan tersebut dapat dipandang sebagai kelemahan dalam planning process yakni pada proses identifikasi kebutuhan informasi (identifikasi masalah dalam tahapan planning), serta pengawasan di tiap instansi kurang baik (fungsi controlling). Tingkat dukungan UDMIS pada penataan ruang (performance) bila diimplementasikan awal tahun 2005 hanya 41,18% (kurang dapat mendukung); juga dukungan dalam perencanaan (49,01%), pemanfaatan ruang (35%), maupun pengendalian ruang (44%).Tingkat ketersediaan variabel manajemen pengembangan sistem informasi 50,1 (cukup tersedia), namun berarti pula terdapat kecenderungan 49,9% akan tidak berlanjut. Ketaatan pada proses hanya 40%, ketersediaan manajemen teknologi 40% sedangkan sumberdaya manusia sudah cukup tersedia baik (68,2%). Kesimpulan evaluasi adalah tujuan UDMIS belum dapat tercapai, sehingga belum dapat dijadikan percontohan nasional pola pengembangan ataupun rancangan sistem informasi perkotaan, serta belum dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kinerja penataan ruang di Kota Semarang. Optimalisasi atas kelemahan-kelemahan tersebut masih dapat dilakukan sehingga UDMIS masih layak dikembangkan apabila dilakukan upaya perbaikan. Rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan performance UDMIS dalam mendukung penataan ruang adalah perlu dilakukan kembali studi awal untuk menetapkan feasibility study, analisis sistem, dan pembaharuan rancangan UDMIS. Agar UDMIS dapat berkelanjutan sebaiknya didukung oleh ketetapan legalitas operasional dan pendanaan, digunakan dalam kegiatan rutin. UDMIS akan lebih efektif mendukung penataan ruang bila diarahkan pada fungsi visualisation for displaying and accessing urban information dan dikembangkan pada fungsi telegeomonitoring; khususnya melengkapi 5 (lima) basis data yang paling dibutuhkan (rencana tata ruang, jaringan jalan, pertanahan, penggunaan lahan eksisting, serta registrasi perijinan pemanfaatan lahan. Kata Kunci :Sistem Informasi Perkotaan (Urban Information System), Evaluasi UDMIS

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Sistem Informasi Perkotaan (Urban Information System), Evaluasi UDMIS. Urban Information System, UDMIS Evaluation, Information System for Urban Spatial Planning.
Subjects:H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:4900
Deposited By:Mr mpwk undip
Deposited On:21 Jan 2010 11:01
Last Modified:10 Feb 2010 14:56

Repository Staff Only: item control page