BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI UNGKAPAN PANTANGAN DALAM MASYARAKAT TIDUNG DI SALIMBATU KALIMANTAN UTARA

Fitriansyah, Fitriansyah (2015) BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI UNGKAPAN PANTANGAN DALAM MASYARAKAT TIDUNG DI SALIMBATU KALIMANTAN UTARA. Masters thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
3303Kb

Official URL: http://mli.undip.ac.id

Abstract

Ungkapan pantangan masyarakat Tidung di Salimbatu merupakan kearifan lokal yang masih hidup dan berkembang seiring dengan peradaban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bentuk, makna, dan fungsi ungkapan pantangan. Metode pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Metode analisis data menggunakan metode Agih dan Padan. Hasil penelitian menunjukan bentuk ungkapan pantangan yang digunakan bisa dikelompokan menjadi frasa nomina, klausa, dan kalimat. Sedangkan untuk maknanya terdapat sebelas makna yaitu: (1) mendidik, (2) waktu dan hari, (3) kebersihan, (4) kepohonan, (5) penyakit, (6) anggota tubuh, (7) kerigon “kotor”, (8) mistis, (9) kesabaran, (10) keharmonisan keluarga, (11) ketertiban, (12) membunuh binatang. Menurut fungsinya ungkapan pantangan memiliki empat fungsi (1) fungsi konatif, (2) fungsi referensial, (3) fungsi fatik, (4) fungsi metalinguistik.

Item Type:Thesis (Masters)
Additional Information:Pembimbing: Dr. Deli Nirmala, M.Hum
Uncontrolled Keywords:form, meaning, and function, expression, prohibition, bentuk, makna, dan fungsi, ungkapan pantangan.
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Linguistic
ID Code:48990
Deposited By:Mahasiswa Magister Linguistik
Deposited On:21 Jun 2016 14:29
Last Modified:29 Jun 2016 10:35

Repository Staff Only: item control page