IDEOLOGI BAHASA: STUDI KASUS PADA OPINI KEKINIAN TERHADAP IDE KHILAFAH

Fahrudin, Latif (2008) IDEOLOGI BAHASA: STUDI KASUS PADA OPINI KEKINIAN TERHADAP IDE KHILAFAH. Masters thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
3529Kb

Official URL: http://mli.undip.ac.id

Abstract

Caliphate idea has been an interesting and essential discussion by society and global leaders. The struggle to re-establish the idea into a state institution has been on going for 84 years. This research studies lexical meaning and language ideology. Its aim is to identify the meaning friction of Caliphate containing language ideology until pro-contra opinion. The theory used in this research is semantic theory by Verhaar (1978), Factors of Meaning Change by Pateda (1982), Ulman (1970), Forms of Meaning Change by Edi Subrata (1989), consisting of Lexical Meaning a whole by Chaer (2007). Meanwhile, Language Ideology Theory by Moschonas (2004), Hodge (1993), Simpson (1992) and Caliphate Theory by Syekh Taqiyuddin An-Nabhani (2003). The research method used in this research is descriptive qualitative. It explains and describes findings in words or phrases. The technique used for data collection in this research is to download from various websites, data recording technique, and classification technique. Meanwhile, the data analysis method used in this research is apportioning method with advanced technique, distributional technique, permutation technique, and substitution technique. The data used in this research is the word Caliphate with its synonyms or antonyms written in the multiple texts. The result of this research shows the meaning friction of Caliphate. It proves the word Caliphate with only synonym of Immamah, but is found the word Caliphate comparing with Kepala, Imperium Islam, until to discredit it by its equivalence to the word Terrorism. So Moslems have a tendency to interpret Caliphate as a leadership in all sectors not one in Islamic State. Language ideology on Caliphate idea can be found by spirituality, territory and power. It can not be separated from Caliphate idea because this idea is always struggled to legalize in a state institution formally and totally. Pro-Contra opinion reflects Indonesian culture as two sides, they are pro, pure Moslems or contra, secular Moslems. From the data validation by SEM Institute, actually the number of contra sides is minority, but they always win public opinion. So Secular Society Culture more dominates causing some difficulties to Moslem united in Caliphate State. It is suggested that other researchers can continue language research connected with ideology. Language ideology and Caliphate Ideology can establish a new era bringing to Indonesian civilization culture and global society. Ide Khilafah telah menjadi perbincangan yang menarik dan hangat mulai dari masyarakat umum sampai dengan para tokoh dunia. Perjuangan mengembalikan ide pada sebuah institusi negara telah berjalan 84 tahun lamanya. Penelitian ini mengkaji adanya makna leksikal dan ideologi bahasa, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya pergeseran makna kata Khilafah yang didalamnya terdapat ideologi bahasa sampai terjadi opini pro dan kontra. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semantik yang dikemukakan oleh Verhaar (1978), Faktor Perubahan Makna oleh Pateda (1982), Ulman (1970), Wujud Perubahan Makna oleh Edi Subrata (1989), yang tercakup keseluruhan dalam Makna Leksikal oleh Chaer (2007). Sedangkan Teori Ideologi Bahasa dikemukakan oleh Moschonas (2004), Hodge (1993), Simpson (1992). Sementara itu teori Khilafah dikemukakan oleh Syekh Taqiyuddin An-Nabhani (2003). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menjelaskan dan menggambarkan temuan-temuan dengan kata-kata atau frasa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik mengunduhnya dari berbagai website, teknik pencatatan, dan teknik klasifikasi. Sementara itu, untuk analisis data digunakan metode agih dengan teknik lanjutan teknik lesap, teknik balik, dan teknik ganti. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata Khilafah beserta sinonimnya atau antonimnya yang digunakan dalam berbagai teks. Hasil Penelitian berupa terjadinya pergeseran makna Khilafah. Hal ini terbukti dengan kata Khilafah yang hanya bersinonim denga kata Imamah, namun ditemukan kata Khilafah disamakan dengan kata, Kepala, Imperium Islam, sampai-sampai untuk mendeskriditkannya disepadankan dengan kata Terrorisme. Sehingga ummat Islam lebih cenderung memaknai khilafah dalam arti kepemimpinan dalam segala bidang bukan kepemimpinan dalam sebuah negara Islam. Ideologi bahasa pada ide khilafah dapat dijumpai pada adanya spiritualitas, territory/wilayah dan power/kekuatan. Ketiga hal ini tidak dapat lepas dari ide Khilafah sebab ide ini selalu diperjuangkan untuk dilegalformalkan dalam sebuah institusi negara yang pasti membutuhkan ketiga hal tersebut secara mutlak. Opini pro konta merupakan cermin budaya Indonesia bahwa setidaknya ada dua sisi, yaitu pihak pro, muslim yang masih murni atau pihak kontra, muslim yang sekuler. Data dari SEM Institute diperoleh untuk lebih memberikan validasi data bahwa sebenarnya pihak kontra jumlahnya minoritas, namun pihak ini selalu memenangkan opini publik, sehingga budaya masyarakat sekuler lebih mendominasi yang berakibat ummat Islam sulit bersatu dalam naungan Negara Khilafah. Hendaknya ada yang melanjutkan penelitian bahasa ini terkait dengan ideologi, ideologi bahasa dan ideologi khilafah terhadap pembentukan peradaban baru yang membawa pencerahan bagi khasanah budaya masyarakat Indonesia, khususnya, dan masyarakat dunia pada umumnya.

Item Type:Thesis (Masters)
Additional Information:Advisor: Prof.Dr.Sudaryono.S.U
Uncontrolled Keywords: Ideologi, Bahasa, opini, kekinian, ide, khilafah
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Linguistic
ID Code:48969
Deposited By:Mahasiswa Magister Linguistik
Deposited On:27 Jan 2017 10:07
Last Modified:27 Jan 2017 10:07

Repository Staff Only: item control page