EVALUASI EKOFISIK DAYA DUKUNG LAHAN TAMBAK DI PESISIR KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH (The Eco-physics Evaluation of the Land Carrying Capacity of Fishpond in Coastal Area of Pemalang Regency, Central Java)

Fitra Purnama, Ernawan and Hendarto, Ign. Boedi and Suryanto, Agung and Mukhlisin, Mukhlisin (2005) EVALUASI EKOFISIK DAYA DUKUNG LAHAN TAMBAK DI PESISIR KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH (The Eco-physics Evaluation of the Land Carrying Capacity of Fishpond in Coastal Area of Pemalang Regency, Central Java). Jurnal Pasir Laut, 1 (1). pp. 20-32. ISSN 1858-1684

[img]
Preview
PDF - Published Version
199Kb

Abstract

Abstract This research aims was to know and to evaluate the land carrying capacity, related to fishpond development in Pemalang Regency, and to analyze aquaculture technology that be able developed and also to analyze the area proportion and the distribution of location of each technology applied. The research done in July - November 2003 at four countryside in three district regions, namely Countryside Lawangrejo in District of Pemalang, Countryside Asemdoyong in District of Taman, Countryside Nyamplungsari and Kendalrejo in District of Petarukan. This research used triangulation method and this method consisted of field observation to get primary data and for the re-check of result of LANDSAT image interpretation, literature study to equip data, and also image interpretation and or map upon to analysis land characteristics (landform, ground texture, inclination of bevel, elevation, floods coefficient) and flushing rate analysis. Data consisted of primary and secondary data both qualitative and quantitative measures. The results mostly occupy that Countryside Lawangrejo and Asemdoyong the existing fishpond land which have adequate carrying capacity, so that is suggested to apply simple technology for about 20 % - 75 %; 25 - 80 % for adequate technology and inadvisable to apply modern technology. Countryside Nyamplungsari tends to have higher land carrying capacity, so that is suggested to apply simple technology with percentage not less than 50 % and the rest area divided freely between adequate technology and modern technology. While Countryside Kendalrejo even though there is no existing fishpond, but in general the land, have high carrying capacity mostly, so that if this land is converted to be fishpond area, it is suggested to apply simple technology as priority with percentage of not less than 50 %, while its rest area can be divided freely as modern and or adequate technology. Keywords : Eco-physics Evaluation ; Land Carrying Capacity Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi daya dukung lahan dalam kaitannya dengan pengembangan tambak di Kabupaten Pemalang dan menganalisis teknologi budidaya yang dapat dikembangkan berkaitan dengan daya dukung lahannya, serta menganalisis proporsi luasan dan sebaran lokasi dari tiap teknologi tersebut yang akan diterapkan di areal pertambakan di Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Nopember 2003 pada empat desa di tiga wilayah kecamatan yakni Desa Lawangrejo di Kecamatan Pemalang, Desa Asemdoyong di Kecamatan Taman, Desa Nyamplungsari dan Kendalrejo di Kecamatan Petarukan. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi (triangular method). Adapun metode ini meliputi observasi lapangan guna memperoleh data primer dan untuk re-check hasil interpretasi citra., studi pustaka guna pemenuhan kelengkapan data, serta interpretasi citra dan atau peta sebagai bahan untuk analisis karakteristik lahan (bentuklahan, tekstur tanah, kemiringan lereng, elevasi, koefisien banjir) dan analisis flushing rate. Jenis data yang diperoleh terdiri dari data primer dan sekunder baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Lawangrejo dan Asemdoyong memiliki tambak existing yang menempati lokasi lahan yang sebagian besar berdaya dukung sedang sehingga dianjurkan menerapkan teknologi sederhana dengan prosentase 20 – 75 %; teknologi madya sebesar 25 – 80 % dan tidak disarankan untuk menerapkan teknologi maju. Desa Nyamplungsari berkecenderungan mempunyai lahan yang berdaya dukung tinggi sehingga dianjurkan menerapkan teknologi sederhana dengan prosentase tidak kurang dari 50 % dari areal pertambakannya dan 50 % areal lebihnya adalah pembagian secara bebas antara teknologi madya dan maju. Sedangkan Desa Kendalrejo meski tidak terlihat adanya tambak existing namun secara umum lahan yang terliput, sebagian besar berdaya dukung tinggi sehingga bila lahan ini diarahkan sebagai pengembangan tambak maka dianjurkan untuk memprioritaskan penerapan teknologi sederhana dengan prosentase tidak kurang dari 50 %; sedangkan yang 50 % berikutnya adalah pembagian secara bebas antara teknologi maju dan madya Kata Kunci : Evaluasi Ekofisik ; Daya Dukung Lahan

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:4885
Deposited By:mr heru kartiko prihartono
Deposited On:21 Jan 2010 10:13
Last Modified:23 Jan 2010 07:45

Repository Staff Only: item control page