WISDOM VALUES IN THE BANJARESE PROVERBS

Farid, Rezqan Noor (2014) WISDOM VALUES IN THE BANJARESE PROVERBS. Masters thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
2288Kb

Official URL: http://mli.undip.ac.id

Abstract

This study is aimed to reveal parts of Banjarese proverbs which contain wisdom values, to find kinds of wisdom values represented through the Banjarese proverbs, and to reveal social contexts influencing the producing and interpreting process of the proverbs. There are three stages taken in conducting the study. The first stage is to gather, select and classify data. The data of this study are gathered and selected from several literatures of Banjarese. The literatures taken as the sources of the data are “Karakteristik Bentuk, Makna, Fungsi dan Nilai Peribahasa Banjar” and “Kamus Peribahasa Banjar” by Ganie (2013), “Kamus Banjar – Indonesia” by Hapip (2013), and “Ungkapan dan Peribahasa Banjar” by Effendi et al. (2004). Those literatures are chosen because they are the only written resources available in relation to Banjarese proverbs. The second stage is to analyze the data using critical linguistics. This method of data analysis consists of three steps. The first step is describing linguistic elements of the data. The description of the data consists of word glossaries, literal meaning of the data and clues of the interpretation of the data. The second step is interpreting the implicative meaning of the data which consists of explicature and implicature. The third step is explaining the relation between the data (the Banjarese proverbs) and the social situation of the Banjarese. The explanation is built by comparing the result of the interpretation with the member resources (MR) of the Banjarese. The third stage is to present the results. The results show that the parts which contain the wisdom values of the Banjarese people are the clues of interpretation. The results of the study also show that the wisdom values shown by the Banjarese proverbs are related to the good and the bad behaviours of Banjarese people. It is also found that Islam, as the religion followed by the majority of the Banjarese people, influences the Banjarese culture and Banjarese proverbs. Keywords: Wisdom, Banjarese, Proverb, Critical Linguistics Studi ini bertujuan untuk mencari tahu bagian mana saja dari peribahasa bahasa Banjar yang mengandung nilai kerarifan, menemukan bentuk nilai kearifan yang terkandung dalam peribahasa bahasa Banjar, dan mengetahui apakah terdapat suatu konteks social yang mempengaruhi proses pembentukan dan penginterpetasion peribahsa itu sendiri. Langkah pertama dari studi ini adalah mengumpulkan, memilah, dan mengkasifikasikan data. Data dalam studi ini dirangkum dari beberapa literature yang ditulis oleh orang Banjar sendiri. Adapun sumber datanya adalah “Karakteristik Bentuk, Makna, Fungsi dan Nilai Peribahasa Banjar” dan “Kamus Peribahasa Banjar” yang ditulis oleh Ganie (2013), “Kamus Banjar – Indonesia” oleh Hapip (2013), dan “Ungkapan dan Peribahasa Banjar” oleh Effendi et al. (2004). Literature tersebut dipilih dengan alasan hanya literature tersebutlah yang tersedia pada waktu studi ini dibuat. Langkah kedua adalah menganalisa data menggunakan metode linguistic kritis yang system penganalisaan datanya terdiri atas tiga proses. Proses pertama adalah mendiskripsikan elemen linguistic dalam data. Termasuk dalam pendeskripsian ini adalah pemaknaan kata-perkata, pemaknaan secara literal, dan pengkategorian penanda interpretasi. Proses kedua adalah menginterpretasikan makna implikatif dari data yang mencakup proses pembentikan eksplikatur dan implikatur. Proses ketiga adalah penjelasan keterkaitan antara data yang telah diinterpertasi dengan situasi social dari masyarakat Banjar. Penjelasan ini dibentuk berdasarkan hasil perbandingan antara interpretasi data dengan member resource (MR) masyarakat Banjar. Langkah terakhir adalah penyajian hasil penelitian. Studi ini menunjukkan bahwa bagian dari peribahasa Banjar yang cenderung mengandung nilai kearifan adalah penanda interpretasi. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa nilai kearifan yang terkandung dalam peribahasa Banjar berkaitan dengan sikap yang tidak patut ditiru dan sikap yang pantas untuk diikuti. Dan diasumsikan juga bahwa agama islam, yang terhitung sebagai agama yang dipeluk mayoritas penduduk Banjar, ternyata memiliki pengaruh terhadap kebudayaan dan peribahasa Banjar. Kata Kunci: Kearifan, Masyarakat Banjar, Peribahsa, Linguistik Kritis

Item Type:Thesis (Masters)
Additional Information:Pembimbing: Dr.Nurhayati,M.Hum
Uncontrolled Keywords:Wisdom, Banjarese, Proverb, Critical Linguistics
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Linguistic
ID Code:48477
Deposited By:Mahasiswa Magister Linguistik
Deposited On:30 Sep 2016 11:46
Last Modified:15 Feb 2018 11:46

Repository Staff Only: item control page