PENGARUH PENGGUNAAN GATHOT (KETELA POHON FERMENTASI) DALAM RANSUM TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM BROILER

ARYANTI, Erlina Ayu and SUGIARTO, Sugiarto and KUSUMANTI, Endang (2016) PENGARUH PENGGUNAAN GATHOT (KETELA POHON FERMENTASI) DALAM RANSUM TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM BROILER. Undergraduate thesis, Peternakan.

[img]
Preview
PDF
173Kb
[img]
Preview
PDF
90Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

104Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

315Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

181Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

556Kb

Abstract

ERLINA AYU ARYANTI. 23010112140090. 2016. Pengaruh Penggunaan Gathot (Ketela Pohon Fermentasi) dalam Ransum terhadap Jumlah Leukosit dan Diferensial Leukosit Ayam Broiler. (The Effect of Gathot (Fermented Dried Cassava) in the Ration on Count Leucocyte and Its Differential of Broiler).(Dosen Pembimbing : SUGIHARTO dan ENDANG KUSUMANTI) Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh gathot dalam ransum terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2015 sampai dengan 22 November 2015 selama 5 minggu di Kandang Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Analisis darah dilakukan di Laboratorium Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah Day Old Chick (DOC) ayam broiler sebanyak 160 ekor (unsex). Bahan pakan yang terdiri atas gathot, jagung kuning, tepung ikan, bungkil kedelai, bekatul, PMM (Poultry Meat Meal), pollard dan top mix disusun menjadi ransum isoprotein dan isokalori (20% dan 2900 kkal/kg). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan gathot dalam ransum terdiri atas T0 (tanpa gathot), T1 (penggunaan 2,5% gathot), T2 (penggunaan 5% gathot) dan T3 (penggunaan 10% gathot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gathot dalam ransum tidak berpengaruh terhadap jumlah leukosit, limfosit dan monosit ayam broiler, namun berpengaruh terhadap jumlah heterofil dan eosinofil ayam broiler. Rata-rata jumlah leukosit adalah 11,18×103 sel/mm3 (T0); 12,80×103 sel/mm3 (T1); 11,66×103 sel/mm3 (T2); 11,28×103 sel/mm3 (T3). Rata-rata persentase heterofil adalah 33,80% (T0); 34,00% (T1); 25,40% (T2); 26,80% (T3). Rata-rata persentase limfosit adalah 61,60% (T0); 60,20% (T1); 66,20% (T2); 66,60% (T3). Rata-rata persentase monosit adalah 2,50% (T0); 2,50% (T1); 1,80% (T2); 1,25% (T3). Rata-rata persentase eosinofil adalah 3,00% (T0); 4,00% (T1); 3,50% (T2); 6,25% (T3). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan gathot taraf 10% dalam ransum ayam broiler mampu menjaga kesehatan tubuh ayam broiler.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:48449
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:04 Apr 2016 14:25
Last Modified:04 Apr 2016 14:25

Repository Staff Only: item control page