PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA AGROINDUSTRI NATA DE COCO CV. BIMA AGRO MAKMUR YOGYAKARTA

ARIYANTI, Melia (2014) PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA AGROINDUSTRI NATA DE COCO CV. BIMA AGRO MAKMUR YOGYAKARTA. Masters thesis, Program Pascasarjana UNDIP.

[img]
Preview
PDF
298Kb
[img]
Preview
PDF
114Kb
[img]
Preview
PDF
342Kb
[img]
Preview
PDF
161Kb

Abstract

Proses produksi nata de coco dapat berdampak negatif ke lingkungan apabila tidak ada pengelolaan limbah yang dihasilkan. CV. Bima Agro Makmur merupakan salah satu industri kecil yang memproduksi nata de coco potong di daerah Bantul, Yogyakarta. Tindakan produksi bersih dapat diterapkan untuk mengurangi timbulan limbah, dan bermanfaat positif terhadap lingkungan dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan produksi bersih, mengidentifikasi inefisiensi pada proses produksi dan memberikan alternatif langkah perbaikan dalam penerapan produksi bersih di industri nata de coco ditinjau dari segi lingkungan dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah observasi, pengukuran langsung, dan wawancara dengan panduan daftar periksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan belum dilakukan secara maksimal oleh CV. BAM. Limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan dari proses produksi nata tidak diolah dahulu dan langsung dibuang ke lingkungan. Terjadi inefisiensi penggunaan bahan baku, air, dan energi, dengan efisiensi proses produksi sebesar 82,5%. Prosentase inefisiensi terbesar terjadi pada proses pemanenan yang menghasilkan NPO sebesar 19,65% berupa nata reject, diikuti dengan lapisan kulit nata sebesar 4,57% dan sisa potongan nata sebesar 4,34%. Tindakan penerapan produksi bersih yang dilakukan akan memberikan manfaat positif dari sisi lingkungan dan ekonomi. Manfaat ekonomi yang diperoleh adalah penghematan biaya produksi dari segi penggunaan bahan baku, bahan penunjang, dan penggunaan air serta peningkatan keuntungan. Sedangkan manfaat lingkungan berupa pengurangan timbulan limbah cair dan pengurangan timbulan limbah padat. Langkah produksi bersih yang dapat diterapkan yaitu 1) penjualan sisa potongan nata kepada pedagang minuman jelly drink, 2) pemanfaatan kotoran hasil penyaringan, pembersihan kulit nata dan nata reject untuk pembuatan pupuk, 3) penggunaan kembali (reuse) air bekas terakhir sisa perendaman nata, air pembersihan nata dan air bekas pencucian botol serta nampan untuk proses pencucian selanjutnya , 4) penjualan koran bekas penutup nampan fermentasi kepada pihak ketiga, dan 5) pemanfaatan kembali sisa cairan fermentasi untuk pembuatan starter. Langkah penerapan produksi bersih akan mengurangi risiko dampak terhadap lingkungan dan mendorong industri hijau nata de coco yang berkelanjutan. Kata kunci: industri, nata de coco, kelayakan, produksi bersih, Nata de coco production process can have a negative impact to the environment if no management of the waste. CV. Bima Agro Makmur is one of the small industries that produce nata de coco in Bantul, Yogyakarta. Cleaner production actions can be applied to reduce the generation of waste and give positive benefit to the environment and the economy. This study aims to determine the extent of the application of cleaner production, identifying inefficiencies in the production process and to provide an alternative corrective measures in the application of cleaner production in industry nata de coco in terms of the environment and the economy. The methods used are observation, direct measurement, and interviews with a guide checklist. The results showed that environmental management has not done optimally by CV. BAM. Wastewater and solid waste generated from the production process nata previously untreated and discharged directly into the environment. Occurs inefficient use of raw materials, water, and energy with an efficiency of 82.5 % the production process. Biggest percentage inefficiencies occur in the harvesting process that results in 19.65 % of NPOs to reject nata, followed by nata skin layer of 4.57 % and the remaining pieces of nata 4.34 %. Implementation of cleaner production actions can provide positive benefits in terms of environmental and economic. The economic benefit is the production cost savings in terms of use of raw materials, auxiliary materials, and water use, as well as increased profits. The environmental benefits are reduction of waste generation and reduction of solid waste generation. The actions are 1) selling the remaining pieces to the merchant nata jelly soft drinks, 2) use filtered dirt, skin cleansing and nata reject for the manufacture of fertilizer, 3) reuse water immersion nata, nata cleaning water and used water bottles and trays washing to the next washing process, 4) selling old newspapers that cover the tray fermentation to a third party, and 5) the recovery of the residual of the fermentation for the manufacture of starter fluid. Implementation of cleaner production measures will reduce the risk of impact on the environment and encourage green nata de coco industry sustainability. Keywords: industrial, nata de coco, feasibility, cleaner production

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:48403
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:31 Mar 2016 15:35
Last Modified:31 Mar 2016 15:35

Repository Staff Only: item control page