PENGELOLAAN KAWASAN KARST DI DESA TERKESI, KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN

SULISTYORINI, Endah Tri (2014) PENGELOLAAN KAWASAN KARST DI DESA TERKESI, KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN. Masters thesis, Program Pascasarjana UNDIP.

[img]
Preview
PDF
514Kb
[img]
Preview
PDF
232Kb
[img]
Preview
PDF
277Kb
[img]
Preview
PDF
477Kb

Abstract

Kawasan karst mengandung nilai ekonomi, salah satunya berasal dari sumberdaya mineral. Penetapan kawasan karst sebagai kawasan lindung geologi sebagaimana telah ditetapkan Peraturan Menteri Energi Sumberdaya Mineral Nomor 17 Tahun 2012 tentang Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst membuat sumberdaya mineral yang terkandung di dalamnya tidak boleh dieksploitasi. Penambangan batugamping akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Untuk mengurangi kerusakan lingkungan dibutuhkan strategi pengelolaan kawasan karst yang tepat. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kerusakan lingkungan yang ada di kawasan karst, menghitung valuasi ekonomi dari dampak lingkungan dengan cara menghitung biaya pemulihan lingkungamping akibat kegiatan penambangan batug, menganalisis strategi kebijakan yang dapat dilakukan untuk mendukung pengelolaan kawasan karst Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Metode analisis yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara dengan panduan kuesioner yang disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Melakukan interpretasi peta citra hasil penginderaan jarak jauh pada 5 Agustus 2000 dan 6 Mei 2014 sehingga diketahui perubahan penggunaan lahannya. Metode lainnya adalah wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh kondisi goa dan mata air. Strategi pengelolaan kawasan karst Desa Terkesi dengan menggunakan analisis SWOT yang dilanjutkan dengan Analytical Hierarchy Procedure (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan karst Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan telah mengalami kerusakan. Perubahan penggunaan lahan antara lain penambanhan permukiman 69,5% dan lahan tambang batugamping 100% sehingga koeffisien run off bertambah 5,4%, berkurangnya bukit karst karena adanya pembukaan hutan yang akan digunakan untuk lahan penambangan batu gamping, berkurangnya kuantitas mata air dan kualitas air tanah tercemar bakteri total coliform dengan kandungan sebesar >23 MPN/100ml. Nilai manfaat kawasan karst berupa batugamping dan kayu jati bernilai Rp. 27.967.958.043,40, biaya pemulihan lingkungan Rp. 339.561.871.781,92 sehingga nilai valuasi ekonomi (-) Rp. 311.593.913.738,52 sejak tahun 2005. Hasil lain adalah strategi dalam pengelolaan kawasan karst Desa Terkesi antara lain kawasan karst sebagai ekowisata dan wisata budaya, mengembangkan potensi air tanah, mengembangkan perhutanan sosial, melakukan sosialissi tentang pentingnya kawasan karst, peningkatan pengawasan, menutup penambangan batugamping, dan mengarahkan penambangan di kawasan budidaya. Kata kunci : kawasan karst, kerusakan lingkungan, kondisi goa dan mata air , strategi pengelolaan, valuasi ekonomi Karst regionis containing economic value, one of whichis derived from mineral resources. Determination of the karst region as a protected area of geology as Regulation of the Minister of Energy Minerals No. 17 of 2012 on the Establishment of Landscape Karst Regions, making mineral resources contained in there should not be exploited. Limestone mining will damage the environment. Right management strategy is needed to reduce environmental damage in karst region. The purposeof this researchis to identify the environmental damage caused by limestones mining activities, calculate the economic valuation of environmental impacts by calculating the cost of restoring the environment, analyzing the policy strategy that can be done to support the management of karst region in Terkesi Village, District Klambu, Grobogan. The analytical method used is the method of observation and interviews with questionnaires guide lines presented in the form of quantitative descriptive. Map interpretation of remote sensing imagery results on August 5, 2000 and May 6, 2014 to identify landuse changes. Other methods are interviews and questionnaires in order to obtain the condition of caves and springs. Karst area management strategy of Terkesi Village using SWOT analysis followed byAnalytical Hierarchy Procedure (AHP). The results showed that the karst region in Terkesi Village, District Klambu, Grobogan has been damaged. Changes in landuse, among others increasing settlements 69.5% and 100% limestone mining areas so that run off coefficient increased by 5.4%, decrease in karst hills due toforest clearing land to be used for mining limestone, the reduced quantity of springs and quality ground water contaminated with total coliform bacteria content of >23MPN/100ml. In addition, the potential form of limestone karst area sand teak worth IDR 27,967,958,043.40, environmental restoration costs IDR. 337,943,634,936.72 so that the value of economic valuation (-) IDR 309,975,676,893.32 since 2005. Another result is a strategy in the management of karst areas in Terkesi village among other karst areas as ecotourism and cultural tourism, developing the potential of ground water, developing social forestry without changing the existing geological structure, doing socialization about the importance of the karst region, increased surveillance, closed the limestone mining, , and direct mining production areas. Keywords: karst areas, environmental damage, condition of caves and springs, management strategies, economic valuation

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:48401
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:31 Mar 2016 15:11
Last Modified:31 Mar 2016 15:11

Repository Staff Only: item control page