ANALISA PERBEDAAN KANDUNGAN KLOROFIL PADA DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L) DAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER VISIBLE Analysis of Difference Chlorophyll Content on Sweet Starfruit Leaves (Averrhoa carambola L) and Wuluh Starfruit (Averrhoa bilimbi L) Using Spectrophotometer Visible

Muhammad, Faiz (2015) ANALISA PERBEDAAN KANDUNGAN KLOROFIL PADA DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L) DAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER VISIBLE Analysis of Difference Chlorophyll Content on Sweet Starfruit Leaves (Averrhoa carambola L) and Wuluh Starfruit (Averrhoa bilimbi L) Using Spectrophotometer Visible. Undergraduate thesis, Undip.

[img]
Preview
PDF (COVER, HALAMAN PENGESAHAN, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI) - Published Version
103Kb

Abstract

Spektrofotometri merupakan salah satu metode analisis instrumental yang menggunakan dasar interaksi energi dan materi. Spektrofotometri dapat dipakai untuk menentukan konsentrasi suatu larutan melalui intensitas serapan pada panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang yang dipakai adalah panjang gelombang maksimum yang memberikan absorbansi maksimum . Salah satu prinsip kerja spektrofotometer didasarkan pada fenomena penyerapan sinar oleh spesi kimia tertentu di daerah sinar tampak (visible). Klorofil adalah pigmen warna hijau yang berperan dalam proses fotosintesis dengan menyerap dan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Kandungan klorofil pada daun pepaya cukup besar dibandingkan dengan daun lainnya. semakin tinggi kadar klorofil kemampuan daun pepaya dalam menangkap energi radiasi cahaya sangat efisien. Bahan–bahan yang diperlukan dalam uji kadar klorofil pada ekstrak daun belimbing antara lain: daun belimbing, serta aseton dengan variabel berbeda. Alat utama yang diperlukan dalam uji kadar klorofil pada ekstrak daun belimbing adalah alat Spektrofotometer Visible Genesys 20. Prinsip kerja alat ini didasarkan pada fenomena penyerapan sinar oleh spesi kimia tertentu di daerah sinar tampak (visible). Dari kedua percobaan yang telah diuji diketahui bahwa kadar klorofil optimal yaitu pada masing-masing percobaan keempat dengan variabel 1;1,75 untuk daun belimbing manis nilai klorofil a yaitu 4,06609 mg/L, kloorofil b yaitu 5,75324 mg/L dan total klorofil adalah 5,07554 mg/L. Dan untuk daun belimbing wuluh klorofil a yaitu 4,81989 mg/L, klorofil b yaitu 6,4413 mg/L dan total klorofil adalah 5,6826 mg/L. Hal ini terjadi karena pelarut aseton yang dipakai. Sehingga semakin banyak pelarut aseton yang dipakai semakin banyak klorofil yang terikat dan mempengaruhi hasil kadar klorofil.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
ID Code:47970
Deposited By:Mrs Pudja D3 Teknik Kimia
Deposited On:16 Mar 2016 10:32
Last Modified:16 Mar 2016 10:44

Repository Staff Only: item control page