ANALISA KESADAHAN AIR SUMUR DIII TEKNIK KIMIA MENGGUNAKAN WATER DEMINERALIZER (Hardness Analysis of the water wells from DIII Chemical Engineering Using Water Demineralizer)

Tonica, Widya Wahyu (2015) ANALISA KESADAHAN AIR SUMUR DIII TEKNIK KIMIA MENGGUNAKAN WATER DEMINERALIZER (Hardness Analysis of the water wells from DIII Chemical Engineering Using Water Demineralizer). Undergraduate thesis, Undip.

[img]
Preview
PDF (COVER) - Published Version
176Kb
[img]
Preview
PDF (BAB I) - Published Version
87Kb
[img]
Preview
PDF (BAB II) - Published Version
217Kb
[img]
Preview
PDF (BAB III) - Published Version
93Kb
[img]
Preview
PDF (BAB IV) - Published Version
218Kb
[img]PDF (BAB V) - Published Version
Restricted to Repository staff only

106Kb
[img]PDF (BAB VI) - Published Version
Restricted to Repository staff only

152Kb
[img]PDF (BAB VII) - Published Version
Restricted to Repository staff only

83Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Published Version
134Kb
[img]
Preview
PDF (LAMPIRAN FOTO) - Published Version
467Kb

Abstract

Proses demineralisasi adalah suatu proses penghilangan garam-garam mineral yang ada didalam air, sehingga air yang dihasilkan mempunyai kemurnian yang tinggi. Pada dasarnya proses ini seperti apa yang dilakukan didalam pelunakan air secara pertukaran ion. Bahan penukar ion yang digunakan terdiri dari penukar kation dan penukar anion. Penukar kation dikenal orang dengan sebutan Resin asam karena penukar ion-nya adalah ion hidrogen (H+), sedangkan penukar anion dikenal dengan sebutan Resin basa karena penukar ion-nya adalah ion hidroksida (OH-). Demineralisasi merupakan sistem yang berfungsi untuk mengolah air baku menjadi air bebas mineral yang selanjutnya air bebas mineral. Bahan baku yang digunakan pada analisa kesadahan menggunakan alat demineralisasi water adalah air sumur DIII Teknik kimia, dan bahan pendukung seperti EDTA 0,1 N, NaOH 1 N dan EBT sebanyak 2 tetes. Analisa kesadahan dilakukan dengan pengambilan sampel pada feed, output anion dan output pada produk. Nilai kesadahan pasa feed (menit ke 0) diperoleh sebesar 42 ppm. Hasil pengamatan pada outlet anion pada menit ke 10 s/d menit 40 diperoleh kesadahan sebesar 20, 12, 8, 6 ppm secara berturut – turut sedangankan pada otlet produk diperoleh nilai kesadahan 8, 5, 2, 1 secara berturut – turut. Hubungan antara waktu dengan kesadahan dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu yang dibutuhkan maka nilai kesadahan yang didapatkan semakin kecil atau turun.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
ID Code:47918
Deposited By:Mrs Pudja D3 Teknik Kimia
Deposited On:14 Mar 2016 11:25
Last Modified:14 Mar 2016 11:25

Repository Staff Only: item control page