PEMILIHAN BAHASA DALAM JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN WINONG KABUPATEN PATI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Agus Sudono A.4C008001, Sudono (2011) PEMILIHAN BAHASA DALAM JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN WINONG KABUPATEN PATI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. Masters thesis, Diponegoro University.

[img]Microsoft Word
268Kb
[img]Microsoft Word
109Kb
[img]Microsoft Word
82Kb
[img]Microsoft Word
142Kb
[img]Microsoft Word
72Kb
[img]Microsoft Word
444Kb
[img]Microsoft Word
58Kb
[img]Microsoft Word
49Kb
[img]Microsoft Word
4Mb

Official URL: http://mli.undip.ac.id

Abstract

INTISARI Aspek-aspek kebahasaan dan konteks sosial di luar kebahasaan dikaitkan dengan kondisi kebahasaan di Indonesia merupakan topik yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud kode pilihan bahasa, menjelaskan variasi pilihan bahasa, menemukan pola pilihan bahasa, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan bahasa, dan mendeskripsikan fungsi bahasa dalam jual beli di Pasar Winong (PW), Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial dalam kerangka kajian sosiolinguistik. Data penelitian ini adalah tuturan lisan penjual dan pembeli di pasar tradisional tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah penjual dan pembeli di PW. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan observasi, rekaman, dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut. Pertama, kode yang berwujud bahasa dalam jual-beli di PW terdiri atas (a) bahasa Jawa dan (b)) bahasa Indonesia. Kode yang berwujud tingkat tutur terdiri atas bahasa Jawa ngoko, madya, dan krama. Kode yang berwujud ragam (style) terdiri atas ragam lengkap (elaborated code) dan ragam ringkas (restricted code). Kode yang berwujud dialek terdiri atas bahasa Jawa dialek Pati dan bahasa Jawa standar. Kedua, variasi pilihan bahasa dalam jual beli di PW berupa tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode. Pilihan tunggal bahasa ditemukan pada penggunaan bahasa Jawa ngoko dan bahasa Jawa krama. Alih kode mencakupi alih kode dari bahasa Jawa ngoko ke bahasa Jawa krama dan alih kode dari bahasa Jawa krama ke bahasa Jawa ngoko. Variasi pilihan bahasa yang berupa campur kode meliputi campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ngoko, campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa krama, campur kode bahasa Jawa ngoko dalam bahasa Jawa krama, dan campur kode bahasa Jawa krama dalam bahasa Jawa ngoko. Campur kode tersebut berbentuk kata, frasa, dan baster. Ketiga, pola pilihan bahasa dalam jual beli di PW mencakupi: pilihan tunggal bahasa Jawa ngoko cenderung dipilih Pj dan Pb di PW sebesar 70%, bahasa Jawa madya 7,5%, dan bahasa Jawa krama 22,5%. Ragam ringkas cenderung dipilih sebesar 97,5%, sedangkan ragam lengkap hanya 2,5%. Bahasa Jawa dialek Pati cenderung dipilih sebesar 75%, sedangkan bahasa Jawa standar hanya 25%. Adapun kecenderungan variasi pilihan campur kode lebih banyak daripada alih kode, yaitu 17 peristiwa tutur berbanding 11 peristiwa tutur. Keempat, faktor-faktor yang menentukan pemilihan bahasa dalam jual beli di PW meliputi: (1) status sosial, (2) usia, (3) tingkat keakraban, (4) tujuan tutur, (5) kehadiran peserta tutur lain (orang ketiga), dan (6) pokok tutur. Kelima, fungsi bahasa dalam jual beli di PW mencakupi fungsi informatif, fungsi ekspresif, fungsi direktif, dan fungsi fatis. Kata kunci: faktor, kode, pasar tradisional, pemilihan bahasa, dan variasi

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:PEMILIHAN BAHASA DALAM JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN WINONG KABUPATEN PATI: KAJIAN SOSIOLINGUISTI
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Linguistic
ID Code:47891
Deposited By:Mahasiswa Magister Linguistik
Deposited On:14 Mar 2016 20:16
Last Modified:14 Mar 2016 20:16

Repository Staff Only: item control page