DAMPAK PENCEMARAN UDARA PADA LINGKUNGAN DAN KESEHATAN MANUSIA

Raharjo, Mursid (2009) DAMPAK PENCEMARAN UDARA PADA LINGKUNGAN DAN KESEHATAN MANUSIA. Masters thesis, magister ilmu lingkungan.

[img]
Preview
PDF
154Kb

Official URL: http://www.mil.undip.ac.id

Abstract

Komposisi udara bersih sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat yang lain di seluruh dunia. Rata-rata prosentase (per volume) gas dalam udara bersih dan kering, Nitrogen (N2) 78%; Oksigen (O2) 20,8%; Argon (Ar) 0,9%; Karbon dioksida (CO2) 0,03% ; Gas lain 0,27%. Gas lain meliputi helium, neon, krypton, xenon, hidrogen, dan methan. Udara juga mengandung uap air tetapi jumlahnya bervariasi. Udara basah (misal di wilayah hutan tropis) bisa mengandung 6% uap air. Sistem transportasi merupakan urat nadi perkotaan, memiliki peran dalam mendukung dinamika kehidupan perkotaan. Kota Semarang dengan penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa membutuhkan prasarana transportasi sebagai penunjang aktivitas harian. Sebagai kota metropolitan Semarang memberikan daya tarik kepada penduduk hinterlandnya, sehingga memberikan dampak peningkatan urbanisasi setiap tahunnya. Pola penataan kota dengan menempatkan permukiman tersebar pada bagian wilayah luar kota, ternyata memberikan dampak pada peningkatan bangkitan warga kota dari permukiman ke lokasi kerja. Peningkata bangkitan penumpang mendorong peningkatan volume lalu lintas dari tahun ke tahun. Peningkatan volume lalu lintas setiap ruas jalan di kota Semarang, merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari. Proses pembakaran pada kendaraan bermotor tidak ada yang berlangsung secara sempurna. Proses pembakaran tidak sempurna menghasilkan hidrokarbon (HC), Karbonmonoksida (CO), nitrogenoksida (NO), Karbon dioksida (CO2), gas hidrogen (H), gas SO2 (sulfur oksida), dan timbal (Pb). Parameter yang biasa dilakukan pengukuran terdiri dari : As (Arsenic), C6H6 (Benzene), Cd (Cadmium), Cl2 (Chlorine), CO (Carbon Monoksida), F (Fluoride), HC (Hidrocarbon), HCHO (formaldehide), HCL (Hidrogen Cloride), H2S (Asam Sulfida), NOx (Nitrogen Oksida), SOx (Sulfur Okside). Pada kondisi kendaraan hidup stasioner memberikan emisi lebih besar dibandingkan dengan kendaraan berjalan. Kemacetan lalu lintas akibat peningkatan perbandingan kapasitas jalan dan volume kendaraan, memberikan kontribusi lebih besar dalam peningkatan konsentrasi emisi gas buang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:4778
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:22 Jan 2010 19:44
Last Modified:22 Jan 2010 19:44

Repository Staff Only: item control page