HAIKU BERTEMAKAN MUSIM DINGIN DALAM BUKU JAPANESE ART AND POETRY (Sebuah Kajian Semiotik) Japanese Art and Poetryという本における冬の俳句

Patria Restu, Indriawan (2015) HAIKU BERTEMAKAN MUSIM DINGIN DALAM BUKU JAPANESE ART AND POETRY (Sebuah Kajian Semiotik) Japanese Art and Poetryという本における冬の俳句. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
321Kb

Abstract

INTISARI Patria Restu Indriawan, 2015. “Haiku Yang Bertemakan Musim Dingin dalam Buku Japanese Art and Poetry”. Skripsi Program Studi Sastra Jepang, Universitas Diponegoro, Semarang. Pembimbing I Nur Hastuti, S.S, M.Hum. Pembimbing II Zaki Ainul Fadli, S.S, M.Hum. Puisi biasanya berisi tentang ungkapan perasaan dan kritikan penyair tentang kehidupan sosial dan masyarakat pada era tertentu.Setiap kata dalam puisi mengandung makna yang menunjukkan ekspresi pengarangnya sehingga makna yang terkandung dalam puisi tersebut perlu dianalisis untuk mengetahui isi puisi. Selain itu dalam memilih pilihan kata (diksi) haruslah tepat agar makna dan gambarannya jelas.Dalam puisi biasanya terselip pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca (pesan moral). Salah satu metode yang dapat digunakan dalam menganalisis puisi adalah dengan menggunakan analisis simbol, heuristik, dan hermeneutik. Analisis simbol terbagi menjadi tiga, yaitu blank simbol, natural simbol, dan private simbol. Blank simbol merupakan kata yang mengungkapkan simbol-simbol tertentu yang acuan maknanya bersifat universal sehingga pembaca tidak kesulitan menafsirkannya. Natural simbol merupakan kata-kata yang mengungkapkan simbol realitas alam sebagai bahan proyeksi kehidupan. Private simbol merupakan kata-kata yang mengungkapkan simbol secara khusus dicipta dan digunakan penyair untuk mengungkapkan keunikannya. Pembacaan heuristik adalah pembacaan berdasar struktur kebahasaannya atau secara semiotik adalah berdasarkan konvensi sistem semiotik tingkat pertama (bahasa puisi dinaturalisasikan menjadi bahasa biasa). Sementara itu, pembacaan hermeneutik adalah pembacaan karya sastra berdasarkan sistem semiotik tingkat kedua (pemaknaan puisi menggunakan bahasa sastra). Puisi yang dianalisis oleh penulis adalah haiku (puisi Jepang dengan 17 suku kata dengan pola 5-7-5) dalam buku Japanese Art and Poetry. Puisi yang dipilih merupakan puisi yang bertemakan musim dingin. Hasil yang dicapai adalah terdapat 7 simbol kosong atau blank simbol, 7 simbol alam atau natural simbol, dan 2 simbol khusus atau private simbol. Sementara itu, heuristik dan hermeneutik mayoritas menggambarkan tentang kesedihan, kesepian, dan penderitaan pengarang pada zaman haiku ini dibuat (zaman Edo). Kata kunci: Blank simbol, natural simbol, heuristik, hermeneutik, diksi, pesan moral, haiku.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions:Faculty of Humanities > Department of Japanese
ID Code:47282
Deposited By:Indra
Deposited On:05 Jan 2016 10:24
Last Modified:05 Jan 2016 10:25

Repository Staff Only: item control page