Penataan Koridor Jalan Jelamprang di Krapyak Pekalongan sebagai Kampung Wisata Industri Batik

Piandel B, Ageng and Indriastjario, Indriastjario and Wijayanti, Wijayanti (2015) Penataan Koridor Jalan Jelamprang di Krapyak Pekalongan sebagai Kampung Wisata Industri Batik. Undergraduate thesis, FAKULTAS TEKNIK UNDIP.

[img]
Preview
PDF
599Kb
[img]
Preview
PDF
430Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3513Kb
[img]
Preview
PDF
250Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1773Kb
[img]
Preview
PDF
561Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1010Kb
[img]
Preview
PDF
347Kb
[img]
Preview
PDF
310Kb

Abstract

Penataan Koridor Jalan Jlamprang Di Krapyak Pekalongan Sebagai Kampung Wisata Industri Batik Oleh : Ageng Piandel B Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan kota batik, memiliki branding yaitu The World City Of Batik. Branding atau citra kota ini menunjukkan bahwa batik merupakan produk unggulan dan kebanggan kota Pekalongan yang pada dasarnya adalah salah satu warisan budaya dunia. Menurut Surat Keputusan Walikota Pekalongan No. 530/216 Tahun 2006 tentang produk unggulan Kota Pekalongan, menetapkan bahwa produk unggulan Kota Pekalongan adalah komoditas batik, konveksi, pertenunan alat tenun bukan mesin (ATBM), kerajinan enceng gondok, serat alam dan pertenunan mesin. Badan PBB United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization atau UNESCO juga menetapkan kota Pekalongan sebagai Creative City dengan demikian kota Pekalongan memiliki citra yang kuat pada struktur kotanya. Kawasan permukiman di koridor Jlamprang ini bukanlah kawasan yang didesain khusus sebagai destinasi wisata. Namun, mengingat potensi di kawasan tersebut sebagai pusat produksi batik yang dapat dikembangkan menjadi salah satu alternatif wisata perlu memperhatikan keberlanjutan kawasan permukiman itu sendiri. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu konsep yang dapat menjadi pemecahan masalah antara industri, permukiman dan lingkungan yang menjadi perpaduan permasalahan yang ada di kawasan. Konsep pembangunan berkelanjutan atau sustainable development itu sendiri memiliki tiga aspek utama yaitu, ekonomi, sosial dan lingkungan. Konsep berkelanjutan ini diharapkan dapat tetap mempertahankan eksistensi industri batik tanpa mengesampingkan kondisi lingkungan dan sosial masyarakatnya. Farr (2008) berpendapat bahwa konsep berkelanjutan memperhatikan kesempatan besar dalam redesain lingkungan terbangun dalam upaya mendukung peningkatan kualitas hidup dan mempromosikan konsep berkelanjutan itu sendiri. Menyikapi potensi dan permasalahan yang dimiliki kawasan ini, penyusun berinisiatif untuk menata kawasan Krapyak sebagai kawasan wisata produksi batik. Konsep wisata produksi ini diharapkan mampu mendorong sektor industri batik lebih maju dan semakin memperkenalkan proses produksi batik kepada masyarakat luas. Produksi batik itu sendiri menjadi hal yang menarik untuk diangkat dalam unsur mikro penataan permukiman ini karena proses produksi batik itu sendiri jarang ditonjolkan oleh kampung-kampung batik yang ada sebelumnya. Konsep desain di dalam penataan kawasan ini mengacu pada sustainable human settlement yang diharapkan mampu menciptakan sebuah kawasan permukiman industri kecil yang secara berkelanjutan dapat memberdayakan masyarakat setempat sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakatnya saat ini maupun di masa mendatang tanpa meninggalkan perhatian pada lingkungan. Kata Kunci :Pekalongan, Kampung batik, Sustainable human Settlement

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:47264
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:04 Jan 2016 09:19
Last Modified:04 Jan 2016 09:19

Repository Staff Only: item control page