Perempuan Aceh dalam Media Massa (Analisis Wacana Kritis Norman Fairlough Pada Berita Kekerasan di Situs Merdeka.com)

Fitri, Meliya Sari (2015) Perempuan Aceh dalam Media Massa (Analisis Wacana Kritis Norman Fairlough Pada Berita Kekerasan di Situs Merdeka.com). Masters thesis, Postgraduate Program in Communication Studies.

[img]
Preview
PDF (BAB I) - Published Version
214Kb
[img]
Preview
PDF (Cover) - Published Version
84Kb
[img]
Preview
PDF (BAB II) - Published Version
200Kb
[img]
Preview
PDF (BAB III)
483Kb

Abstract

Perempuan Aceh dalam Media Massa (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Pada Berita Kekerasan di Situs Merdeka.com) Abstrak Penelitian ini merupakan kajian yang dilakukan pada teks berita yang dimuat di Situs Merdeka.com. Berita-berita kekerasan yang dialami oleh perempuan Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Merdeka.com dalam mewacanakan perempuan Aceh yang mengalami tindak kekerasan, serta mendeskripsikan ideologi yang digunakan oleh Merdeka.com sebagai media nasional yang tidak terkait dengan Peraturan Daerah yang ada di Aceh. Analisa dilakukan dengan paradigma kritis dan menggunakan metode Critical Discourse Analysis (CDA) milik Norman Fairclough. Feminis Radikal Kultural dan Muted Group Theory digunakan sebagai teori yang menjelaskan pembungkaman terhadap perempuan Aceh di dalam berita kekerasan umum yang tidak dapat dianggap sebagai kekerasan biasa. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya tarik ulur wacana di Merdeka.com yang juga dipengaruhi oleh ideologi patriarki dan peraturan syariat Islam dalam cara berpikir dan bertindak dengan cara laki-laki dalam paparan setiap pemberitaan tentang perempuan Aceh yang mengalami kekerasan. Meskipun ada pembelaan-pembelaan dari Komnas Perempuan namun tetap lebih menonjol konsep patriarki yang juga sama dilakukan oleh media lokal Aceh. Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Merdeka.com dalam menulis berita tentang perempuan agar lebih berimbang dan sadar gender. Serta pemerintahan Aceh lebih dapat menerapkan syariat Islam yang tidak memojokkan perempuan. Keywords: Berita, Kekerasan, Perempuan, Muted Group, Syariat Islam. Acehnese women in Mass Media (Critical Discourse Analysis Norman Fairclough In News Violence in the World Merdeka.com) Abstract This research was a study conducted on news text published in Merdeka.com. Focusing on the news of violence experienced by women in Aceh. This study aimed to describe the way Merdeka.com discoursing Acehnese women who subjected to violence, as well as uncover the ideology held by Merdeka.com as anational media that wasn’t related to regional regulations in Aceh. Analysis was done by Critical paradigm and Critical Discourse Analysis (CDA) model of Norman Fairclough. Cultural Radical Feminism and Muted Group Theory were used to explain the muting process over Acehnese women in news on common violence which couldn’t be regarded as ordinary violence. This study showed that there wasn’t any policy decisiveness in Merdeka.com which influenced by patriarchal ideology and Islamic law regulations through a men’s way of thinking and acting in the news writing on women who subjected to violence. Although there were defenses from the National Commission for Women, the patriarchal concept was still more prominent which is similarly carried by the local media in Aceh. Finally, this study is expected to be a reference for Merdeka.com in writing news about women to be more impartial and gender conscious. As well as the Aceh government can implement the Islamic law which does not discriminate the women. Keywords: News, Violence, Women, Muted Group, Islamic Sharia.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Communication Science
ID Code:46883
Deposited By:Magister Ilmu Komunikasi
Deposited On:24 Nov 2015 19:27
Last Modified:18 Dec 2015 18:39

Repository Staff Only: item control page