BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PENDERITA YANG DIRAWAT DI PANTI REHABILITASI (Studi Kasus di Semarang dan sekitarnya)

Rustyawati, Rustyawati BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PENDERITA YANG DIRAWAT DI PANTI REHABILITASI (Studi Kasus di Semarang dan sekitarnya). Jurnal Epidemiologi . (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
77Kb

Abstract

FACTORS RELATED TO NARCOTICS AND PSYCHOTROPYCS ABUSE WITHIN REHABILITATIONS INSTITUTIONS PATIENTS (Case Study in Semarang and its Neighborhood Areas) Rustyawati ABSTRACT i-xii, 121 pages, 28 tables, 2 scetches Background : Narcotics and psychotropycs abuse cases indicated an incremental figure each year. The government official data in 1995 pointed up that 0.065 percent (200,000 of recidents) were affected by narcotics and psychotropycs abuse cases. Hawari et al. (1998) claimed that the real number is ten times greater. The problem became more serious, since these case affected teenager, our next generatin and future leaders, CFR high level (17.16% for heroin) and often cause medical complication such as lung abnormal (53.73%), hepar disfunction (55.10%), Hep-C (56.63%) and HIV (33.33%) . The purpose of this study is to be knowledgeable about the risk factors related to narcotics and psychotropycs abuse cases. Methode : case-control study. The case are narcotics and psychotropycs abuse victims hospitalized in narcotics rehabilitation institutions in Semarang and its surroundings. The controls are students with good academic performances. Total responden is 38 as a case and 42 as a control. Result: The result of bivariate analysis show that the risk factors which individually related to narcotics and psychotropycs abuse cases are family histories which drug abuse, anxiety or depression, uneducation father, superficially comitment to religious life, unharmony in the family, bad family communication and ease to get narcotics and psychotropyc. The result of multivariate analysis exhibited that variables proven collectively to be related to narcotics and psychotropycs abuse cases are tight schedule of parent’s activity (>14 hour/days), OR:19.9 (95% CI: 1.8-216.2), peer pressures, OR: 46,4 (95% CI: 3.8-568.6) and passing time activities, OR: 15.3 (95% CI: 1.3-186.8). Conclusions : There are three variables proven collectively to be related to narcotics and psychotropycs abuse cases are tight schedule of parent’s activity (>14 hour/days), peer pressures, and passing time activities. Recommendations : It is crucial to publicly notified the importance of family closeness, parental guidance in children social intercourse and creating a favorable utilization of children pass time by performing positive activities in order to avoid the danger of narcotics and psychotropycs abuse cases. Key word : Risk factor, narcotics and psychotropycs abuse Bibliography : 55, 1980-2005 1 PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com 2 BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PENDERITA YANG DIRAWAT DI PANTI REHABILITASI (Studi Kasus di Semarang dan sekitarnya) Rustyawati ABSTRAK i-xii, 121 halaman, 28 tabel, 2 bagan Latar Belakang : Kasus penyalahgunaan narkoba menunjukkan angka yang meningkat dari tahun ke tahun. Data resmi dari pemerintah th 1995 sebanyak 0,065 % (200.000 penduduk) terkena kasus penyalahgunaan narkoba. Menurut Hawari dkk (1998) angka yang sebenarnya adalah 10 kali lipat. Permasalahan menjadi lebih berat karena 90 % menimpa remaja yang merupakan generasi penerus, Case Fatality Rate (CFR) yang tinggi yaitu 17,16% (heroin) dan sering terjadi komplikasi medik seperti kelainan paru (53,73%), gangguan fungsi hati (55,10%), Hepatitis C (56,63%) serta HIV (33,33%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan terhadap kasus penyalahgunaan Narkoba. Metode : Desain yang digunakan adalah kasus-kontrol. Kasus adalah korban penyalahgunaan narkoba yang dirawat di panti rehabilitasi narkoba di Semarang dan sekitarnya. Kontrol adalah pelajar/mahasiswa dengan predikat/nilai akademik baik sehingga diprediksi tidak menyalahgunakan narkoba. Jumlah responden yang ikut dalam studi ini adalah kasus 38 orang dan kontrol 42 responden Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang secara mandiri berhubungan dengan kasus penyalahgunaan narkoba adalah memiliki riwayat keluarga sebagai penyalahguna Narkoba, mengalami kecemasan/depresi, pendidikan ayah yang rendah, komitmen dalam beragama yang kurang, keluarga kurang harmonis, komunikasi keluarga rendah dan mudahnya mendapatkan narkoba. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang terbukti secara bersama-sama berhubungan dengan kasus penyalahgunaan narkoba adalah orang tua yang sibuk >14 jam/hari, OR=19,9 (95% CI= 1,8 – 216,2), bergaul dengan teman sebaya, OR= 46,4 (95% CI=3,8-568,6), dan penggunaan waktu luang yang salah, OR=15,3 (95% CI=1,3-186,8). Simpulan : Terdapat tiga variabel yang terbukti secara bersama-sama berhubungan dengan kasus penyalahgunaan narkoba adalah orang tua yang sibuk >14 jam/hari, bergaul dengan teman sebaya dan penggunaan waktu luang yang salah. Saran : Perlu sosialisasi agar orang tua jangan terlalu sibuk, perlunya kedekatan dengan anak-anaknya, pengawasan terhadap pergaulan anak dan pemanfaatan waktu luang anak yang positif agar anak terhindar dari kasus penyalahgunaan narkoba. Kata Kunci : Faktor Risiko, Penyalahgunaan Narkoba Kepustakaan : 55, 1980-2005 2 PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Item Type:Article
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:4607
Deposited By:Mr. Magister Epidemiologi Admin
Deposited On:20 Jan 2010 09:18
Last Modified:20 Jan 2010 09:18

Repository Staff Only: item control page