HUBUNGAN ANTARA SITUASI EKONOMI KELUARGA DAN PENGETAHUAN TENTANG PERKAWINAN DENGAN USIA KAWIN DI KELURAHAN TANDANG KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG TAHUN 2004 xvii+93 halaman+8 lampiranCORRELATION BETWEEN FAMILY ECONOMIC SITUATION, KNOWLEDGE OF MARRIAGE MEANING AND MARITAL AGE AT "KELURAHAN" TANDANG SUBDISTRICK OF TEMBALANG SEMARANG CITY IN 2004

MULYATI, RETNO (2005) HUBUNGAN ANTARA SITUASI EKONOMI KELUARGA DAN PENGETAHUAN TENTANG PERKAWINAN DENGAN USIA KAWIN DI KELURAHAN TANDANG KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG TAHUN 2004 xvii+93 halaman+8 lampiranCORRELATION BETWEEN FAMILY ECONOMIC SITUATION, KNOWLEDGE OF MARRIAGE MEANING AND MARITAL AGE AT "KELURAHAN" TANDANG SUBDISTRICK OF TEMBALANG SEMARANG CITY IN 2004. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
16Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Perkawinan usia muda, terutama pada kelompok penduduk golongan wanita di Indonesia menjadi salah satu penyebab tingginya angka kelahiran. Perkawinan yang dilakukan pada usia muda banyak terjadi dikarenakan alasan ekonomi keluarga dan kekurangpahaman akan arti sebenarnya dari suatu perkawinan. Rata-rata usia kawin wanita di Kelurahan Tandang pada tahun 2003 adalah 19,4 tahun, hal ini belum sesuai anjuran dari pemerintah untuk melakukan pendewasaan usia kawin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara situasi ekonomi keluarga dan pengetahuan tentang perkawinan dengan usia kawin. Penelitian ini bersifat explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah wanita dari PUS yang berusia 20-30 tahun sebanyak 89 orang yang diambil secara simple random sampling Hasil penelitian diperoleh rata-rata responden berumur 23,6 tahun, tingkat pendidikan responden 44,9% adalah tamat SLTP, sebagian besar responden tidak bekerja sebelum bekerja sebelum melangsungkan perkawinan (61,80%) dan 24,7% responden merupakan ibu rumah tangga serta 69,7% responden beragama islam. Situasi ekonomi keluarga responden 66,3% dalam kategori sedang. Pengetahuan responden tentang perkawinan 68,5% termasuk kategori sedang dan sebagian besar responden melakukan perkawinan pada usia kurang dari 20 tahun yaitu sebanyak 73%. Hasil uji statistik dengan korelasi Rank Spearman antara variabel situasi ekonomi keluarga dengan variabel usia kawin diperoleh nilai rho=0,349 dan p-value=0,001 pada tingkat signifikansi 1%. Sedangkan antara variabel pengetahuan tentang perkawinan dengan variabel usia kawin diperoleh nilai rho=0,550 dan p-value=0,000 pada tingkat signifikansi 1%. Secara statistik ada hubungan yang bermakna antara situasi ekonomi keluarga dan pengetahuan tentang perkawinan dengan usia kawin. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara situasi ekonomi keluarga dan pengetahuan tentang perkawinan dengan usia kawin. Disarankan kepada BKKBN untuk memberikan informasi yang lebih intensif mengenai arti suatu perkawinan, umur perkawinan yang ideal, akibat-akibat perkawinan usia muda dan manfaat pendewasaan usia kawin melalui KIE. Young age marriage, particulary in population group of women in Indonesia becomes one of the causes of the high birth rate. The marriage carried out in young age occurs because of the family economic and the less comprehension about the maening of marriage. The average of women's marrying age at Kelurahan Tandang in 2003 was 19,4 years old, this is not appropiate with the government's recommendation to conduct the maturation of marrying age. The aim of this research is to know about cerrelation between family economic situation and knowledge about marriage with marrying age. The research was an explanatory research with cross sectional approach. The used sample was women from Fertile Age Mate ages 20-30 years old was in the amount of 89 people taken by simple random sampling. From the result of the reseach it was obtained that average respondens age 23,6 years old, the respondents' education level 44,9% was graduated from Junior High School, amount of respondents' not working before get married 61,8%, the respondents' job were housewife 24,7% and respondents were moslem 69,7%. The respondents' family ecinomic situation 66,3% were in middle category. The respondents' knowledge about meaning of marriage 68,5% were in middle category and 73% respondents conduct the marriage in the age of less than 20 years old. From the result of statistic test by using Rank Spearman correlation between the variable of family economic situation and marring age, it was obtained that rho=0,349 and p-value=0,001 in the significance level of 1%. Meanwhile for the variabel of the marriage meaning knowledge and the variable marrying age it was obtained that rho=0,550 and p-value=0,000 in the significance level of 1%. Statistically there is correlation between the family economic situation and knowledge of marriage meaning with the marrying age. The conclusion of this research of is that there is a correlation between family economic situation and knowledge of marriage meaning with the marrying age. It is suggested to BKKBN/National Family Planning Program Coordination Agency to give more intebsive information about the meaning of marriage, ideal age of first marriage, the young age marriage effects, and advantage from maturation of marrying age through KIE Kata Kunci: Situasi ekonomi,perkawinan,usia kawin Economic situation,marriage,marrying age

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:4606
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:20 Jan 2010 09:11
Last Modified:20 Jan 2010 09:11

Repository Staff Only: item control page