PENGEMBANGAN MUSEUM PERJUANGAN MANDALA BHAKTI SEMARANG 2025

INDAH KUSUMASTUTI, SYARIFAH and Wijayanti, Wijayanti and Iswanto, Dhanoe (2015) PENGEMBANGAN MUSEUM PERJUANGAN MANDALA BHAKTI SEMARANG 2025. Undergraduate thesis, FAKULTAS TEKNIK UNDIP.

[img]
Preview
PDF
663Kb
[img]
Preview
PDF
344Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2260Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1081Kb
[img]
Preview
PDF
328Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1210Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

691Kb
[img]
Preview
PDF
176Kb

Abstract

ABSTRAK “Kota tanpa bangunan bersejarah bagaikan kota tanpa ingatan” (Prof.Eko Budiharjo,MSc) Bangunan Cagar Budaya memiliki nilai penting bagi pendidikan, kebudayaan dan sejarah. Salah satunya adalah Museum Perjuangan Mandala Bhakti Semarang. Bangunan ini menjadi saksi bisu perjuangan Bangsa Indonesia. Museum Mandala Bhakti yang dibangun tahun 1908 mulanya adalah “Raad van Justitie” (Gedung Pengadilan), lalu menjadi markas Ken Pei Tai, markas pemuda pejuang pasca kemerdekaan, lalu sempat diduduki pemberontak, sebelum akhirnya direbut kembali dan dijadikan Markas Kodam IV/Dip. Dari gedung ini pulalah pertama kali terpancar kesatuan komando TNI di wilayah Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gedung ini diresmikan tahun 1987 untuk menjadi Museum Perjuangan Mandala Bhakti yang menyimpan bukti perjuangan TNI AD. Namun keadaan Museum Perjuangan Mandala Bhakti yang mengalami penurunan pengunjung tiga tahun terakhir tentu merupakan suatu ironi disamping meningkatnya jumlah wisatawan Semarang dan juga mudahnya akses menuju Museum Perjuangan Mandala Bhakti. Sebuah pengembangan Museum Perjuangan Mandala Bhakti akan menjaga bangunan cagar budaya dan mempertahankan eksistensinya sebagai museum sehingga dapat menjadi destinasi wisata yang edukatif dan rekreatif dengan adanya kelengkapan fasilitas. Pengembangan ini akan mendukung fungsi Mandala Bhakti sebagai museum dan menimbulkan pengalaman ruang yang baru namun tetap selaras dengan bangunan eksisting. Menjadi bagian dari masyarakat urban diterjemahkan dengan cara menyediakan banyak ruang publik dan fasilitas yang menjadi bagian dari gaya hidup. Suatu konsep museum dimana dapat mengakomodir setiap kebutuhan individu yang berbeda dengan pendekatan universal design. Sehingga semua kalangan dapat mempelajari sejarah perjuangan, menikmati dan menghargainya. Kata Kunci : Museum Perjuangan Mandala Bhakti, Universal Design, Pengembangan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:45997
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:28 Jul 2015 09:47
Last Modified:28 Jul 2015 09:47

Repository Staff Only: item control page