IMPLEMENTASI TEORI PLANNED BEHAVIOUR DALAM PENGGUNAAN SIARAN PERS OLEH JURNALIS

Rahmi, Nuraini (2014) IMPLEMENTASI TEORI PLANNED BEHAVIOUR DALAM PENGGUNAAN SIARAN PERS OLEH JURNALIS. Masters thesis, Postgraduate Program in Communication Studies.

[img]
Preview
PDF - Published Version
108Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
268Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
170Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
1012Kb

Abstract

ABSTRAKSI IMPLEMENTASI TEORI PLANNED BEHAVIOUR DALAM PENGGUNAAN SIARAN PERS OLEH JURNALIS Berdasar survei pendahuluan yang dilakukan peneliti, ditemukan bahwa penggunaan informasi siaran pers oleh jurnalis bervariasi antara 2%-100%. Namun, tulisan yang mengambil banyak informasi siaran pers (30%-100%) tidak dipublikasi besar (140mmk-510mmk). Hal ini menunjukkan tulisan yang besar publikasinya tidak banyak menggunakan informasi dari siaran pers. PR menjalin kedekatan dengan jurnalis untuk memaksimalkan distribusi informasi, tetapi jurnalis terikat dengan kode etik yang mengatur pekerjaannya. Penelitian ini ingin menjawab strategi apa yang bisa dilakukan PR untuk memaksimalkan publikasi informasi tanpa menyalahi aturan. Hubungan dari sembilan variabel yang ada dalam teori Planned Behaviour karya Icek Ajzen diuji untuk menjelaskan bagaimana jurnalis menggunakan informasi secara sistematis dan memikirkan implikasi dari tindakan mereka sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan atau tidak menggunakan informasi dalam siaran pers. Jawaban dari 43 jurnalis Bisnis Indonesia dan Media Indonesia yang telah diwawancara dengan instrumen kuesioner kemudian diolah dan dianalisis menggunakan SPSS dan PLS. Setelah dilakukan pengujian ditemukan bahwa terdapat empat hipotesis yang tidak terbukti. Sikap terhadap kualitas siaran pers berpengaruh kuat terhadap niat penggunaan siaran pers, dan akhirnya ikut mempengaruhi perilaku penggunaan siaran pers. Selanjutnya, kuatnya pengaruh kepercayaan terhadap aturan normatif kuat terhadap norma subjektif ternyata tidak memberikan pengaruh terhadap niat penggunaan siaran pers. Untuk memaksimalkan publikasi, PR dituntut untuk melihat kualitas siaran pers dari perspektif jurnalis. Hal ini dapat dicapai jika PR menjadikan kompetensi jurnalis sebagai standar kompetensi PR. Selanjutnya PR dapat mengembangkan komunikasi persuasif yang menghormati profesi jurnalis. Salah satunya dengan menghindari pendekatan yang membuat jurnalis tidak nyaman dan menjadi teman jurnalis. Keywords : Siaran Pers, Perilaku, Jurnalis, Public Relations ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF PLANNED BEHAVIOR THEORY IN JOURNALIST’S PRESS RELEASE USING Based on a preliminary survey, information from press release was used by journalists in variety percentages (2%-100%). News that were using many information (30%-100%) from press release did not publish in large space (140 mmc-510 mmc). It shows that the large news publication is not using much information from the press releases. PR tries to be close with journalist to maximize the distribution of information. In other side, journalists are bound with the code of ethics. This research try offering PR strategy to boost the publication that obey the rules This research used Planned Behavior Theory from Icek Ajzen with his nine variables to explain how journalists use the information systematically and how they think the implications of their actions in deciding to use or not to use the information of the press release. The research from 43 journalists from Bisnis Indonesia and Media Indonesia as respondent through SPSS and PLS showed that there are four hypotheses that which is not proven. The behavior’s beliefs to press release’s qualities have a strong influence in intentions to use press releases, and ultimately influence the behavior of the use of press releases. Furthermore, the strong influence of the normative beliefs of journalistic ethics and media regulations to subjective norm did not give a big effect to the intention of the use of press releases. Therefore, PR should examine the press release’s qualities in journalist’s perspective to maximize the publication. This situation may happen if PR uses the journalism as their competence. One of them is to avoid unprofessional approach (like make them insecure) and being their friends. Keywords: Press Release, Behavior, Journalists, Public Relations

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Communication Science
ID Code:45569
Deposited By:Magister Ilmu Komunikasi
Deposited On:09 May 2015 12:33
Last Modified:18 Dec 2015 18:00

Repository Staff Only: item control page