PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica less) SEBAGAI PENGGANTI KLORIN TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK, RETENSI NITROGEN DAN UTILITAS PROTEIN AYAM BROILER

TRIYANTO, Triyanto (2014) PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica less) SEBAGAI PENGGANTI KLORIN TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK, RETENSI NITROGEN DAN UTILITAS PROTEIN AYAM BROILER. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian.

[img]
Preview
PDF
211Kb
[img]
Preview
PDF
74Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

151Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

111Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

130Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

226Kb

Abstract

TRIYANTO. 23010110120028. Pengaruh Penggunaan Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica less) sebagai Pengganti Klorin terhadap Kecernaan Bahan Organik, Retensi Nitrogen dan Utilitas Protein Ayam Broiler. (The Effect of Pluchea indica less Leaves Extract as Clorine Subtitution on the Digestion of Organik Matter, Nitrogen Retention and Protein Utilitation by Broilers). Pembimbing : BAMBANG SUKAMTO dan VITUS DWI YUNIANTO B.I.) Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan konsumsi protein hewani tiap tahun mengalami peningkatan, kebutuhan protein hewani bisa terpenuhi oleh unggas (ayam broiler), namun pelaksanaan usaha unggas tersebut sering dihadapkan kendala seperti faktor penyakit akibat infeksi cacing, bakteri patogen namun dicegah dengan pencegahan menggunakan zat antibiotik alami atau kimia, namun zat antibiotik kimia menyebabkan residu dari zat antibiotik yang berbahaya sehingga perlu adanya sumber zat antibiotik alami, lebih murah, aman dan mudah ditemukan salah satu tanaman beluntas (Pluchea indica less). Beluntas (Pluchea indica less) mengadung alkaloid (0,316%), flavonoid (4,18%), tanin (2,351%), minyak atsiri 4,47%, phenolik, asam khlorogenik, natrium, kalsium, magnesium, fosfor, protein sebesar 17.78-19.02%, vitamin C sebesar 98.25 mg/100 g, dan karoten sebesar 2.55 g/100 g sehingga bisa digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan, meningkatkan pencernaan nutrien dan penyerapan nutrien keseluruh tubuh pada ayam broiler yang akan berpengaruh pada meningkatnya nafsu makan dan bobot badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun beluntas sebagai pengganti klorin terhadap kecernaan bahan organik, retensi nitrogen dan ultilisasi protein. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September–Oktober 2013 di kandang Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 140 day old chick (DOC) broiler dengan bobot badan ±45,58 g dengan standar defisiasi 0,89 g, ransum, daun beluntas (Pluchea indica less), klorin tablet, formalin, air, gula, vaksin, obat-obatan dan sekam. Alat yang digunakan adalah kandang broiler, sekat, lampu, tempat pakan, tempat minum, sprayer, sekop, sapu, alat vaksin, ember, timbangan, penumbuk, alat tulis, dan gunting. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan tiap ulangan 7 ekor. Perlakuan yang digunakan T0 = ransum basal tanpa penambahan ekstrak beluntas dan klorin; T1 = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 2% + klorin 30 ppm); T2 = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 4 % + klorin 20 ppm); T3 = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 6% + klorin 10 ppm); T4 = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 8% + klorin 0 ppm). Parameter kecernaan bahan organik, retensi nitrogen dan utilitas protein ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan dilanjut dengan uji wilayah ganda duncan untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi ransum basal dengan campuran ekstrak daun beluntas dan klorin memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan organik, retensi nitrogen dan utilitas protein. Kombinasi ransum basal dengan daun beluntas 8% memiliki pengaruh tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lain dengan nilai kecernaan bahan organik 82,07%; retensi nitrogen 3,07% dan utilitas protein 0,78%. memiliki kecernaan bahan organik 81,73 Kombinasi ransum basal dengan ekstrak daun beluntas 6% ditambah klorin 10 ppm %; retensi nitrogen 3,04% dan utilitas protein 0,77%. Kombinasi ransum basal dengan ekstrak daun beluntas 4% ditambah klorin 20 ppm memiliki kecernaan bahan organik 78,77%; retensi nitrogen 2,94% dan utilitas protein 0,75%. Kombinasi ransum basal dengan ekstrak daun beluntas 2% ditambah klorin 30 ppm memiliki kecernaan bahan organik 81,66%; retensi nitrogen 2,99% dan utilitas protein 0,76%. Ransum basal tanpa kombinasi ekstrak daun beluntas dan klorin memiliki kecernaan bahan organik 78,24%; retensi nitrogen 2,93% dan utilitas protein 0,74%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ekstrak daun beluntas hingga 8% dapat dikombinasikan dengan ransum basal untuk menggantikan klorin. Kombinasi tersebut mampu meningkatkan kecernaan bahan organik, rentensi nitrogen dan utilitas protein.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:45141
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:16 Feb 2015 14:30
Last Modified:16 Feb 2015 14:30

Repository Staff Only: item control page