FAKTOR RISIKO TENOFOVIR INDUCED NEPHROPATHY PADA PASIEN HIV-AIDS DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG

Parangin-Angin, Eka Kurniawan and Lestariningsih, Lestariningsih (2014) FAKTOR RISIKO TENOFOVIR INDUCED NEPHROPATHY PADA PASIEN HIV-AIDS DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG. Undergraduate thesis, Faculty of Medicine Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
276Kb
[img]
Preview
PDF
188Kb
[img]
Preview
PDF
964Kb
[img]
Preview
PDF
286Kb
[img]
Preview
PDF
346Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

477Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

199Kb
[img]
Preview
PDF
179Kb
[img]
Preview
PDF
1212Kb

Abstract

Latar belakang: Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) adalah ARV yang sangat efektif untuk mengobati HIV dan infeksi virus hepatitis B. Namun demikian, terdapat sejumlah penelitian yang menunjukkan hubungan antara paparan tenofovir dan penurunan fungsi ginjal dengan mengukur serum kreatinin dan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR). Penelitian ini dilakukan karena belum pernah ada penelitian sebelumnya mengenai faktor risiko tenofovir induced nephropathy pada pasien HIV-AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui faktor risiko tenofovir induced nephropathy pada pasien HIV-AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan melibatkan pasien HIVAIDS yang mendapatkan terapi tenofovir di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Data mengenai kadar ureum, kreatinin dan nilai eGFR didapatkan melalui pemeriksaan laboratorium langsung dan di lengkapi dengan data rekam medis, setelah itu data dianalisis dengan uji bivariat menggunakan SPSS. Hasil: Dari 22 pasien, ditemukan 13 (59,1%) pasien mempunyai nilai eGFR menurun (<90ml/menit/1,73m2). Hasil analisis uji statistik didapatkan jenis kelamin, lama terapi, dan nadir CD4 tidak memiliki hubungan terhadap kejadian penurunan nilai eGFR dengan nilai kemaknaan berturut-turut (p=1,000), (p = 0,203), dan (p = 0,674) begitu pula dengan peningkatan kadar ureum dengan nilai (p=0,667), (p = 0,066), dan (p = 0,468). Kesimpulan:. Jenis kelamin, lama terapi, dan nadir CD4 tidak berhubungan terhadap kejadian penurunan nilai eGFR dengan nilai kemaknaan (p=1,000), (p = 0,203), dan (p = 0,674) dan peningkatan kadar ureum dengan nilai kemaknaan (p=0,667), (p = 0,066), dan (p = 0,468). Kata kunci: HIV- AIDS, tenofovir, eGFR, ureum, jenis kelamin, lama terapi, dan nadir CD4.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:44613
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:02 Dec 2014 14:33
Last Modified:02 Dec 2014 14:33

Repository Staff Only: item control page