Faktor-faktor Risiko yang Mempengaruhi Kegagalan Pengobatan Pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Studi Kasus di BP-4 Pati)

Nugroho, Budi (2009) Faktor-faktor Risiko yang Mempengaruhi Kegagalan Pengobatan Pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Studi Kasus di BP-4 Pati). Jurnal Epidemiologi . (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
14Kb

Abstract

Program Studi Magister Epidemiologi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro 2006 ABSTRAK Budi Nugroho Faktor-faktor Risiko yang Mempengaruhi Kegagalan Pengobatan Pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Studi Kasus di BP-4 Pati) xii + 76 halaman +5 tabel +2 grafik+ 3 bagan + 5 lampiran Latar belakang: Di Indonesia, Tuberkulosis paru masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat, dan merupakan negara penyumbang kasus terbesar di dunia setelah India dan Cina. Angka kegagalan pengobatan Tuberkulosis paru di wilayah Balai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (BP-4) Pati mengalami peningkatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian guna mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kegagalan pengobatan Tuberkulosis paru. Tujuan: Mengetahui pengaruh faktor risiko yang meliputi penderita, obat dan lingkungan yang mempengaruhi kegagalan pengobatan pada penderita Tuberkulosis paru dengan strategi DOTS. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan kasuskontrol. Jumlah sampel 75 kasus dan 75 kontrol. Kasus adalah penderita Tuberkulosis paru yang berobat ke BP-4 Pati pada kurun waktu Januari 2004 – Maret 2005 dan telah mendapatkan pengobatan lengkap akan tetapi hasil pemeriksaan laboratorium pada 1 bulan sebelum akhir pengobatan dan akhir pengobatan menunjukkan hasil BTA (+). Kontrol adalah penderita Tuberkulosis paru yang berobat ke BP-4 Pati dan pada akhir pengobatan menunjukkan hasil BTA (-). Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Faktor risiko penderita yang mempengaruhi kegagalan pengobatan Tuberkulosis paru yaitu penghasilan kurang dari Rp. 500.000,- (OR=2,79; 95%CI: 1,10-7,08; p=0.031), minum obat yang tidak teratur (OR=3,76; 95%CI: 1,53-9,22; p=0.004), adanya penyakit penyerta (diabetes melitus) (OR=2,66; 95%CI: 1,06- 6,65; p=0.037), dan kebiasaan merokok (OR=7,90; 95%CI: 1,61-38,72). Faktor risiko obat yang mempengaruhi kegagalan pengobatan Tuberkulosis paru yaitu dosis harian OAT yang tidak sesuai program (OR=8,90; 95%CI: 3,19-24,84; p<0.001), dan pemakaian OAT sebelumnya (OR=3,70; 95%CI: 1,35-10,16; p=0.011). Saran: Petugas kesehatan sebaiknya menjelaskan pada penderita dengan bahasa yang sederhana mudah dipahami tentang jenis obat, dosis harian OAT dan lamanya minum obat, menanyakan apakah penderita sudah pernah minum OAT sebelumnya. Perlu melibatkan kader kesehatan dalam pengawasan minum obat. Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, Kegagalan pengobatan Kepustakaan : 28 (1982-2001) PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com xii Master's Degree of Epidemiology Postgraduate Program Diponegoro University 2006 ABSTRACT Budi Nugroho The Risk Factors that Influence the Failure of Medication on Tuberculosis’s Sufferer Using DOTS Strategy (Case Study at BP-4 Pati) xii + 76 pages + 5 tables + 2 graphics+3 schemas + 5 enclosures Background: In Indonesia, Tuberculosis is a main problem of a public health. Indonesia is the biggest of Tuberculosis cases on the world after India and China. The medication failure rate of Tuberculosis in area of Medical and Preventive Clinic of Lung Disease in Pati is increasing. Therefore, it needs to do research in order to know the risk factors that influence the failure of Tuberculosis medication. Objective: To know the influence of the risk factors namely factor of sufferer, medicine, and environment to the failure of medication on Tuberculosis’s sufferer using DOTS strategy. Method: Observational research using case control approach. Number of samples was 75 cases and 75 controls. Cases were Tuberculosis sufferers who were admitted to BP-4 Pati from January 2004 to March 2005 and had completed a medication, but result of laboratory test showed BTA (+). Controls were Tuberculosis sufferers who were admitted to BP-4 Pati from January 2004 to March 2005 and had completed a medication, but result of laboratory test showed BTA (-). Data was analyzed using method of univariate, bivariate, and multivariate regression logistic. Result: The sufferer factors that influence the failure of Tuberculosis medication are an income (OR=2,79; 95%CI: 1,10-7,08; p=0.031), a regularity of drinking a medicine (OR=3,76; 95%CI: 1,53-9,22; p=0.004), suffering other diseases (OR=2,66; 95%CI: 1,06-6,65; p=0.037), and a habit of smoking (OR=7,90; 95%CI: 1,61-38,72). The medicine factors that influence the failure of Tuberculosis medication are a daily dose of Tuberculosis medicine (OR=8,90; 95%CI: 3,19-24,84; p<0.001), and usage of other Tuberculosis medicines (OR=3,70; 95%CI: 1,35-10,16; p=0.011). Suggestion: Health Workers should explain a daily dose of Tuberculosis medicine to Tuberculosis’s sufferers and ask to the sufferers about an experience of drinking other Tuberculosis medicines. They should involve a health cadre in monitoring of drinking a Tuberculosis medicine. Key Words : Tuberculosis, Failure of Medication Bibliography : 28 (1982-2001) PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Item Type:Article
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:4441
Deposited By:Mr. Magister Epidemiologi Admin
Deposited On:19 Jan 2010 14:17
Last Modified:19 Jan 2010 15:20

Repository Staff Only: item control page