Faktor- Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kematian Maternal (Studi Kasus di Kabupaten Cilacap)

Ika Fibriana, Arulita Faktor- Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kematian Maternal (Studi Kasus di Kabupaten Cilacap). Jurnal Epidemiologi . (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
110Kb

Abstract

Program Studi Epidemiologi Program Pasca Sarjana Undip 2007 ABSTRAK Arulita Ika Fibriana Faktor- Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kematian Maternal (Studi Kasus di Kabupaten Cilacap) xiii + 178 halaman + 12 tabel + 3 bagan + 2 grafik + 6 lampiran Latar Belakang : Angka Kematian Maternal (AKM) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sekitar 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2002 /2003). AKM merupakan indikator status kesehatan ibu, terutama risiko kematian bagi ibu saat hamil dan melahirkan. McCarthy dan Maine mengemukakan 3 faktor yang mempengaruhi kematian maternal yaitu determinan dekat, determinan antara dan determinan jauh. Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki kasus kematian maternal cukup tinggi, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang mempengaruhi kematian maternal di Kabupaten Cilacap. Tujuan : Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang mempengaruhi kematian maternal, yang terdiri dari determinan dekat, determinan antara dan determinan jauh. Metode : Jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol, dilengkapi dengan kajian kualitatif mengenai kejadian kematian maternal serta upaya penurunan angka kematian maternal di kabupaten Cilacap. Jumlah sampel 52 kasus dan 52 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dilakukan dengan metode indepth interview dan dilakukan analisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi kematian maternal berdasarkan analisis multivariat adalah komplikasi kehamilan (OR = 147,1; 95% CI : 2,4 – 1938,3; p = 0,002), komplikasi persalinan (OR = 49,2; 95% CI : 1,8 – 1827,7; p = 0,027), komplikasi nifas (OR = 84,9; 95% CI : 1,8 – 3011,4; p = 0,034), riwayat penyakit ibu (OR = 210,2; 95% CI : 13,4 – 5590,4; p = 0,002), riwayat KB (OR = 33,1; 95% CI : 13,0 – 2361,6; p = 0,038), dan keterlambatan rujukan (OR = 50,8; 95% CI : 2,5 – 488,1; p = 0,003). Probabilitas ibu untuk mengalami kematian maternal dengan memiliki faktor – faktor risiko tersebut di atas adalah 99%. Hasil kajian kualitatif menunjukkan bahwa kematian maternal dipengaruhi berbagai faktor seperti keterlambatan rujukan, terutama keterlambatan pertama, rendahnya tingkat pendidikan ibu, rendahnya tingkat pendapatan keluarga dan belum dapat dilaksanakannya Gerakan Sayang Ibu (GSI) secara optimal di seluruh wilayah kecamatan sebagai upaya pemerintah dalam menurunkan kematian maternal. Saran : perlu pengenalan dini tanda – tanda komplikasi dalam kehamilan, persalinan dan nifas, persiapan rujukan, perencanaan kehamilan, pelaksanaan GSI secara optimal. Kata kunci : kematian maternal, faktor risiko, studi kasus kontrol. Kepustakaan : 79 (1994-2004)

Item Type:Article
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Epidemiology
ID Code:4421
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:19 Jan 2010 14:09
Last Modified:19 Jan 2010 15:22

Repository Staff Only: item control page