PENGARUH LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA BRONKUS HEWAN COBA POST MORTEM YANG DIPERIKSA PADA SUHU KAMAR DAN SUHU DINGIN

Pino P., Kiel and Suharto, Gatot and Hadi, Hadi (2013) PENGARUH LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA BRONKUS HEWAN COBA POST MORTEM YANG DIPERIKSA PADA SUHU KAMAR DAN SUHU DINGIN. Undergraduate thesis, Faculty of Medicine Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
785Kb
[img]
Preview
PDF
106Kb
[img]
Preview
PDF
154Kb
[img]
Preview
PDF
67Kb
[img]
Preview
PDF
139Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

561Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

79Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

68Kb
[img]
Preview
PDF
2053Kb

Abstract

Latar belakang Penentuan waktu kematian adalah salah satu faktor yang penting dalam kedokteran ilmu forensik. Reaksi supravital merupakan perubahan post mortem yang sangat menarik untuk menentukan waktu kematian. Reaksi supravital merupakan reaksi jaringan tubuh sesaat pasca kematian. Hal itu terjadi pada sistem pernafasan. Pada penelitian ini pergerakan silia akan dikaitkan dengan suhu dan lama waktu kematian. Sampel penelitian diambil dari mukosa bronkus hewan coba. Tujuan Membuktikan apakah perbedaan suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap pergerakan silia bronkus post mortem. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan time series design dengan interval waktu yang telah ditentukan. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, 16 sampel diletakkan pada ruang terbuka sebagai suhu kamar dan 16 sampel diletakkan pada lemari es sebagai suhu dingin. Uji statistik menggunakan uji alternative paired t-test yaitu uji Wilcoxon. Hasil Rerata kemampuan pergerakan silia bronkus pada suhu kamar 6jam, 12jam, 18jam, 24 post mortem berturut-turut adalah (29.51+4.89) menit, (20.25+4.35) menit, (8.99+5.58) menit, (0)mnt sedangkan pada suhu dingin (25.86+1.99) menit, (21.03+1.95) menit, (10.60+7.04) menit, (0)mnt. Uji alternative t-test berpasangan Wilcoxon untuk membandingkan kelompok perlakuan suhu kamar dengan suhu dingin diperoleh hasil bermakna pada 6 jam suhu kamar dan suhu dingin didapatkan perbedaan yang signifikan pergerakan silia bronkus post mortem, yaitu p=0,020. Pada 12,18, dan24 jam suhu kamar dan suhu dingin tidak didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,278, p=0,328, dan p=1,000. Kesimpulan Terdapat pengaruh suhu dan lama waktu kematian pada 6jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia bronkus hewan coba post mortem. Tidak terdapat pengaruh suhu dan lama waktu kematian pada 12,18, dan 24 jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia bronkus hewan coba post mortem Kata kunci Silia, bronkus, post mortem, suhu kamar, suhu dingin, lama waktu kematian

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:44023
Deposited By:Ms Lutfiatun Heni
Deposited On:16 Oct 2014 07:57
Last Modified:16 Oct 2014 07:57

Repository Staff Only: item control page