ANALISIS BIAYA PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK BALAI LABORATORIUM KESEHATAN SEMARANG TAHUN 2003

SYAHRIANI, SYAHRIANI (2004) ANALISIS BIAYA PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK BALAI LABORATORIUM KESEHATAN SEMARANG TAHUN 2003. Masters thesis, MIKM UNDIP.

[img]
Preview
PDF
233Kb

Abstract

Saat ini tarif pemeriksaan laboratorium Balai Laboratorium Kesehatan di Semarang masih rendah bila dibandingkan dengan tarif pemeriksaan laboratorium swasta, karena Balai Laboratorium Kesehatan tidak bisa menentukan tarif sendiri, tarif sudah ditentukan oleh pemerintah yang berlaku sampai saat ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2001 sehingga sulit bagi Balai Laboratorium Kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung biaya satuan (unit cost) pemeriksaan laboratorium Balai Laboratorium Kesehatan Semarang untuk perkiraan tarif, Cost Recovery Rate (CRR), Break Even Point (BEP) dan mengidentifikasi hambatan dan pendukung serta alternatif /solusi mengenai pembenahan cost dan revenue, serta usulan tarif baru. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Sekunder yang meliputi data kepegawaian Balai Laboratorium Kesehatan, sumber biaya untuk kegiatan pemeriksaan, penggunaan bahan medis habis pakai, penggunaan bahan non medis habis pakai, penggunaan reagensia, jumlah pemeriksaan, penggunaan alat tulis kantor, daftar barang inventaris, serta data primer hasil wawancara mendalam. Analisis biaya dilakukan dengan menggunakan metode real cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang berhubungan dengan biaya pada Balai Laboratorium Kesehatan Semarang yaitu kegiatan pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, SGPT, SGOT, Creatinine dan Ureum, kegiatan administrasi, pemeliharaan gedung, pengadaan bahan, jasa pelayanan dan pengadaan sarana prasarana. Yang termasuk biaya langsung yaitu biaya gaji tenaga teknis, penyusutan gedung, penyusutan peralatan, reagensia, komsumsi, jasa laboratorium, bahan medis habis pakai dan bahan non medis habis pakai. Yang termasuk biaya tak langsung yaitu biaya gaji tenaga administrasi, gaji tenaga kebersihan, gaji harian lepas, pemeliharaan gedung, listrik, air dan alat tulis kantor. Biaya satuan (unit cost) aktual termasuk biaya gaji per jenis pemeriksaan didapatkan biaya satuan pemeriksaan gula darah Rp.13.592,82 kolesterol Rp.20.772,59, asam urat Rp.32.425,14, SGPT Rp 48.790,87, SGOT Rp 40.227,42, creatinine Rp 57.685,79, dan pemeriksaan ureum Rp 67.202,99. Simulasi dengan tarif baru menunjukkan bahwa untuk mencapai titik impas (BEP) masingmasing pemeriksaan harus dapat menghasilkan output sebanyak 2102 (gula darah), 2097 (kolesterol), 2336 (asam urat), 1999 (SGPT), 1582 (SGOT), 1742 (creatinine) dan 2009 (ureum). Saran dan rekomendasi yang disampaikan berdasar hasil penelitian adalah analisis biaya pemeriksaan kimia klinik di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang perlu dilaksanakan secara rutin sebagai elemen pengawasan, pengendalian dan perencanaan kebutuhan anggaran. Usulan tarif baru pemeriksaan kimia klinik bisa segera direalisasikan mengingat tarif lama sudah tidak layak lagi dan terbukti dari nilai CRR yang sangat rendah (dibawah 50 %) sehingga membutuhkan adanya subsidi. Perlu kiranya bagi pihak Balai Laboratorium Kesehatan Semarang untuk segera memperbaiki mutu pelayanan, mengganti dan melengkapi peralatan serta melakukan kegiatan promosi. Kata kunci : Analisis Biaya,Biaya satuan, Cost Recovery Rate, Break Even Point Perpustakaan : 32 ( 1990 – 2002 )

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:A General Works > AS Academies and learned societies (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:4399
Deposited By:Mr. Mikm Undip
Deposited On:19 Jan 2010 12:29
Last Modified:19 Jan 2010 12:29

Repository Staff Only: item control page