HUBUNGAN ANTARA PRAKTEK PEMBERIAN ASI DAN MPASI PADA ANAK < 2 TAHUN DENGAN ANEMIA DI RSUP DR. KARIADI

Alamanda, Elsa and Nency, Yetty Movieta and Kurniawan, Ferdy (2013) HUBUNGAN ANTARA PRAKTEK PEMBERIAN ASI DAN MPASI PADA ANAK < 2 TAHUN DENGAN ANEMIA DI RSUP DR. KARIADI. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
187Kb
[img]
Preview
PDF
227Kb
[img]
Preview
PDF
178Kb
[img]
Preview
PDF
504Kb
[img]
Preview
PDF
91Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

217Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

165Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

83Kb
[img]
Preview
PDF
1548Kb

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI eksklusif dan MPASI merupakan salah satu upaya agar anak usia 6 – 24 bulan terlindungi dari anemia, khususnya anemia defisiensi besi (anemia mikrositik hipokrom) yang populasinya cukup tinggi pada anak di Indonesia (40 – 58%). Sebaliknya, ada pula kontroversi yang menyatakan bahwa terdapat risiko defisiensi besi pada pemberian ASI eksklusif. Kontroversi tersebut berbeda dengan teori yang menyatakan bahwa ASI eksklusif dapat menurunkan morbiditas anemia. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tema ini. Tujuan: Mengetahui pengaruh praktek pemberian ASI dan MPASI pada pasien anemia di Bangsal anak RSUP Dr. Kariadi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Diperoleh 33 anak yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien anemia usia 6 – 24 bulan diukur dari kadar hemogobin, indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC), dan orangtuanya bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani informed consent. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara tentang riwayat pemberian ASI, MPASI, dan anemia kepada orangtua menggunakan kuesioner. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel dan dianalisis dengan uji hipotesis korelatif Spearman. Hasil: Didapatkan hubungan bermakna antara praktek pemberian ASI dan Jenis anemia, MCV dan MCH pasien ditunjukkan dari nilai p < 0,05. Namun tidak ditemukan hubungan bermakna antara praktek pemberian ASI dengan kadar hemoglobin dan MCHC pasien (p > 0,05). Serta tidak dapatkan hubungan bermakna antara praktek pemberian MPASI dan anemia karena nilai p > 0,05. Simpulan: Adanya hubungan antara praktek pemberian ASI eksklusif, ASI predominan, ASI parsial, dan tidak diberikan ASI dengan jenis Anemia khususnya ADB. Terdapat penurunan MCV dan MCH (ADB) pada anak dengan ASI eksklusif. Penurunan MCV dan MCH ini bukan disebabkan oleh ASI ekskusif. Namun, karena mayoritas pasien tidak pernah diberikan suplementasi besi pada usia 4 bulan dan kemungkinan MPASI yang diasup kaya akan besi non-heme yang rendah bioavailabilitasnya. Angka kejadian anemia khususnya ADB pada anak dengan ASI eksklusif dan MPASI usia 6 bulan tidak lebih rendah daripada anak yang diberikan ASI predominan, ASI parsial, dan tidak diberikan ASI. Kata kunci: praktek pemberian ASI dan MPASI, anemia, usia < 2 tahun.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:43853
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:07 Oct 2014 14:02
Last Modified:07 Oct 2014 14:03

Repository Staff Only: item control page