KAJIANMANAJEMEN PEMASARAN IKAN PINDANG LAYANG DI KOTA TEGAL MARKETING MANAGEMENT REVIEW OF PRESERVED LAYANG FISH IN TEGAL CITY

Nur Anisah, Rifka and Susilowati, Indah (2007) KAJIANMANAJEMEN PEMASARAN IKAN PINDANG LAYANG DI KOTA TEGAL MARKETING MANAGEMENT REVIEW OF PRESERVED LAYANG FISH IN TEGAL CITY. Jurnal Pasir Laut, 3 (1). pp. 1-18. ISSN 1858-1684

[img]
Preview
PDF - Published Version
149Kb

Abstract

ABSTRAK Usaha pengolahan ikan tradisional masih banyak dilakukan di Indonesia, karena usaha ini mempunyai prospek untuk dikembangkan yang didukung oleh masih tersedianya sumber daya ikan di pusat produksi, tingginya permintaan di pusat konsumsi, sederhananya teknologi, serta banyaknya industri rumah tangga pengolah ikan tradisional. Ikan pindang layang yang diproduksi di Kelurahan Tegalsari merupakan salah satu produk olahan yang cukup populer dan telah memasuki pasar ke berbagai daerah di pulau Jawa. Kendala yang dihadapi adalah mutu, biaya produksi, jangkauan pasar, dan peran stakeholder. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi produk ikan pindang dari segi teknis, pemasaran, persepsi konsumen serta strategi pengembangan usaha pengolahan ikan pindang di Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik diskriptif. Wawancara dan kuesioner dilakukan terhadap 30 responden (15 pengolah ikan di Kelurahan Tegalsari, 15 konsumen di Semarang) Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan layang sebagai bahan baku diperoleh dari PPI Tegalsari, PPI Pelabuhan, dan PPI Muarareja. Distribusi ikan layang mencakup nelayan, pedagang besar, pengolah. Pola pemasaran ikan pindang tidak terlalu kompleks. Ikan pindang berpindah tangan 2-3 kali sebelum sampai konsumen. Besarnya modal yang dikeluarkan oleh pengolah ikan Pindang adalah Rp. 17.611.565 (skala kecil), Rp. 116.135.870 (skala sedang), dan Rp. 185.450.650 (skala besar). Keuntungan (μ) usaha sebesar Rp. 11.001.733 (skala kecil), Rp. 58.048.910 (skala sedang), Rp. 103.335.558. Persepsi konsumen terhadap ikan pindang adalah mutu sudah cukup bagus, namun perlu ada perbaikan mutu, rasa yang lebih gurih, perbaikan kemasan yang lebih higienis, produk mudah didapat, harga terjangkau dan yang terpenting adalah bebas dari penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM) bebahaya, sehingga terjamin kualitasnya dan bisa tahan lama untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Untuk meningkatkan mutu perlu dilakukan rasionalisasi dan standarisasi serta pembinaan dari pihak (lembaga) terkait yang berkompeten dalam menentukan kebijakan, seperti : penyuluhan /kampanye, pendidikan/pelatihan, usaha binaan, dan pemberdayaan guna meningkatkan usaha dan taraf hidup mereka. Kata-kata kunci : Ikan Pindang Layang, Pemasaran, Cost & Return, Tegal

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:4385
Deposited By:mr heru kartiko prihartono
Deposited On:19 Jan 2010 12:09
Last Modified:19 Jan 2010 15:34

Repository Staff Only: item control page