Penanganan Longsoran Ruas Jalan Prupuk-Bts. Banyumas (Ciregol, Kec. Tonjong, Kab. Brebes) Pada KM. PKL 115+550 s/d KM. PKL 115+650

Maria , Handayani S and Yosef , Aryanto (2013) Penanganan Longsoran Ruas Jalan Prupuk-Bts. Banyumas (Ciregol, Kec. Tonjong, Kab. Brebes) Pada KM. PKL 115+550 s/d KM. PKL 115+650. Undergraduate thesis, Diponegoro University .

[img]
Preview
PDF
55Kb

Abstract

Tugas Akhir ini berisi tentang stabilitas tanah dan penanggulangannya di ruas jalan Prupuk – Bts. Banyumas, Ciregol, Kec. Tonjong, Kab. Brebes . Bentang alam sekitar Ciregol merupakan daerah topografi punggungan landai yang sangat dekat dengan lembah sungai kali pedes dan berpotensi longsor. Jalan ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan antara kota Tegal – Purwokerto dan termasuk jalan kelas II yang dibangun untuk menghubungkan daerah-daerah, sehingga menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah Ciregol dan sekitarnya. Jalan ini melintasi perbukitan yang mengandung lapisan lanau, Pasir dan Batu lempung. Kelongsoran lereng terjadi di ruas jalan Prupuk – Bts. Banyumas KM. PKL 115+650 dan dalam kurun waktu Februari s/d Maret 2012 telah terjadi sebanyak 4 kali longsoran. Tugas Akhir ini menganalisa nilai faktor keamanan lereng yang meliputi kondisi dimana terjadi pergerakan tanah pada lereng yang diakibatkan tidak stabilnya lereng akibat degradasi lapisan tanah/bebatuan, perhitungan manual stabilitas lereng dengan menggunakan metode Fellinius dan program komputer Plaxis. Lokasi penanganan diambil sepanjang 100 m dari KM. PKL 115+550 s/d KM. PKL 115+650. Dari hasil analisa data dan perhitungan diketahui bahwa bidang gelincir lereng terjadi pada kedalaman -28,5 m dari permukaan jalan. Untuk menangani hal tersebut dicoba alternatif penanganan longsoran berupa perkuatan bored pile yang masing-masing berjarak 90 m dan 25,6 m terhadap arah melintang yang diaplikasikan hingga memotong bidang gelincir sepanjang punggung lereng dan dikombinasikan dengan perkuatan dinding penahan tanah, geotextile atau gabion yang masing-masing dicoba dipasang pada lokasi yang sama pada kaki lereng. Analisis geoteknik menggunakan software Plaxis. Model elastis plastis dan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dipilih sebagai model tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkuatan longsoran berupa bored pile dengan diameter 1,5 m yang diletakkan pada bagian atas, tengah dan bawah lereng dengan kedalaman masing-masing 37 m, 37 m dan 30 m yang dikombinasikan dengan dinding penahan tanah pada kaki lereng setinggi 15 m dengan ketebalan 2-4 m adalah penanganan yang memiliki peningkatan nilai faktor keamanan paling besar, dimana faktor keamanan dari kondisi eksisting yang semula sebesar 1,053 menjadi 1,536, namun apabila dilihat dari hasil Incremental Shear Strains ternyata masih mempunyai sedikit potensi longsor di bagian atas lereng, sehingga ditambahkan penggunaan perkuatan dengan Geotextile pada bagian atas lereng setinggi 5 meter untuk mengatasinya. Faktor keamanan dengan penambahan perkuatan ini mengalami peningkatan menjadi 1,973. Kata kunci : longsoran, stabilitas lereng, fellinius, Plaxis, dinding penahan tanah, bored pile.  

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
ID Code:43329
Deposited By:Mr. Adi Widayat
Deposited On:16 Jul 2014 12:04
Last Modified:16 Jul 2014 12:04

Repository Staff Only: item control page