Evaluasi Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) dalam Pelayanan Keluarga Berencana oleh Bidan Puskesmas di Kota Cirebon

Rokhmah, Jamiatu and Widjanarko, Bagoes and Purnami, Cahya Tri (2014) Evaluasi Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) dalam Pelayanan Keluarga Berencana oleh Bidan Puskesmas di Kota Cirebon. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]Microsoft Word
21Kb
[img]
Preview
PDF (Word to PDF conversion (via antiword) conversion from application/msword to application/pdf)
11Kb

Abstract

Universitas Diponegoro Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Minat Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak 2014 ABSTRAK Jamiatu Rokhmah Evaluasi Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) dalam Pelayanan Keluarga Berencana oleh Bidan Puskesmas di Kota Cirebon xiv + 127 halaman + 20 tabel + 10 gambar + 10 lampiran Program Keluarga Berencana memiliki peranan dalam menurunkan risiko kematian ibu melalui penggunaan alat kontrasepsi yang rasional berdasarkan kriteria umur, jumlah anak, tujuan ber KB dan kondisi ibu. Tetapi sampai akhir 2012 di Kota Cirebon pola penggunaan kontrasepsinya masih belum rasional sehingga masih perlu peningkatan kualitas pelayanan KB salah satunya melalui penggunaan ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan) pada saat konseling KB. Masalah dalam penggunaan ABPK adalah bidan belum semuanya menggunakan ABPK ini dalam pelayanan Keluarga Berencana. Diduga yang menjadi penyebabnya adalah keluhan bidan berkaitan dengan penggunaan lembar ABPK. Tujuan penelitian ini menjelaskan evaluasi penggunaan ABPK dalam pelayanan keluarga berencana oleh bidan puskesmas di wilayah Kota Cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan utama adalah empat bidan puskesmas, informan triangulasi adalah empat kepala puskesmas, kasie KIA/KB Dinkes kota Cirebon dan delapan akseptor. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan selanjutnya dilakukan analisa data dengan metode content analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ABPK oleh Bidan puskesmas dalam pelayanan KB belum berjalan dengan baik hal ini dapat dilihat dari keterbatasan aspek input yaitu penguasaan struktur ABPK dan kemampuan tenaga dalam melaksanakan langkah-langkah menggunakan ABPK serta ruangan khusus untuk konseling KB masih kurang, sehingga kualitas bidan dalam memberikan pelayanan Keluarga Berencana masih kurang hal ini menyebabkan proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan tidak terlaksana dengan baik sehingga menyebabkan suatu program yang cukup banyak menghabiskan dana menjadi kurang efisien dan efektif. Berdasarkan penelitian ini maka direkomendasikan untuk menggunakan ABPK pada setiap pelayanan KB baik di Puskesmas maupun pada waktu melaksanakan praktek mandiri, dukungan dan pembinaan dari Kepala Puskesmas kepada bidan dalam penggunaan ABPK pada pelayanan KB serta monitoring dan evaluasi secara berkala oleh Kasie KIAKB dan stafnya terhadap penggunaan ABPK di Puskesmas. Kata kunci : ABPK, Pelayanan KB, Bidan Kepustakaan : 45 (1988 – 2012) Diponegoro University Faculty of Public Health Master’s Program in Public Health Majoring in Health Policy Administration Sub Majoring in Maternal and Child Health Management 2014 ABSTRACT Jamiatu Rokhmah Evaluation of the Use of Decision Making Tools in Providing Family Planning Services by Midwives at Health Centers in Cirebon City xiv + 127 pages + 20 tables + 10 figures + 10 enclosures A Family Planning Program has an important role in decreasing a maternal mortality risk by using a contraceptive tool rationally based on age, number of children, goals for Family Planning, and mother’s condition. However, until the end of 2012 in Cirebon City, a pattern of a contraceptive use was still irrational. Therefore, there needs to improve quality of Family Planning Services by using Decision Making Tools (DMT) during providing Family Planning counselling. Unfortunately, mostly midwives had not used the tools when providing Family Planning services. This problem might be due to use of a DMT form. This research aimed to explain the evaluation of a DMT use in providing Family Planning Services by midwives at health center in Cirebon City. This was descriptive-qualitative research by conducting indepth interview and observation. Main informants were 4 midwives at health centers. In addition, informants for triangulation purpose were four heads of health centers, head of Maternal and Child Health/Family Planning Section at Cirebon City Health Office, and eight acceptors. Data were collected by conducting indepth interview and analyzed by using a method of content analysis. The result of this research revealed that the Decision Making Tools by midwives at health centers in providing Family Planning services had not been used well. This condition could be viewed from limitation of the input aspect, namely good knowledge about a DMT structure, ability of human resources in following the steps of DMT, and availability of a FP counselling room. Consequently, quality of midwives in providing FP services was low. This condition accounted for the process of planning, actuating, and controlling could not been implemented well and caused ineffectiveness and inefficiency in spending budget for a program. As a suggestion, midwives need to use DMT when they are working at health centers and at their private clinics. In addition, Head of Health Center needs to support midwives and develop their skills in using DMT during providing FP services. Moreover, Heads of Maternal and Child Health/Family Planning Section and their staffs need to regularly monitor and evaluate the use of DMT at health centers. Key Words : DMT, Family Planning Services, Midwife Bibliography : 45 (1988-2012)

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Public Health
ID Code:42946
Deposited By:Mr. Mikm Undip
Deposited On:23 Apr 2014 11:02
Last Modified:19 May 2014 13:29

Repository Staff Only: item control page