ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah)

Ratna Setianingrum, Diah and Suprayogi, Andri and Hani‟ah, Hani‟ah and Darmo Yuwono, Bambang (2014) ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF (JUDUL)
712Kb
[img]
Preview
PDF (BAB I)
141Kb
[img]
Preview
PDF (BAB II)
788Kb
[img]
Preview
PDF (BAB III)
860Kb
[img]
Preview
PDF (BAB IV)
1233Kb
[img]
Preview
PDF (BAB V)
84Kb
[img]
Preview
PDF (LAMPIRAN)
1281Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR PUSTAKA)
81Kb

Abstract

ABSTRAK Kesesuaian lahan merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan kegiatan budidaya tambak di wilayah pesisir. Budidaya tambak memiliki komponen keruangan serta perbedaan karakteristik biofisik dan sosial-ekonomi dari setiap lokasi. Banyak tambak intensif belum memanfaatkan kelebihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam melakukan pemilihan lokasi dan pengelolaan budidaya, dimana hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari kegagalan usaha. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk pengambilan data parameter kualitas air (keasaman/pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut/DO, nitrat, dan fosfat). Untuk analisis kesesuaian lahan tambak menggunakan metode skoring, parameter kualitas air masing-masing diberi bobot dan skor yang kemudian dibedakan menjadi 4 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S1 (Sangat Sesuai), S2 (Cukup Sesuai), S3 (Sesuai Bersyarat), dan N (Tidak Sesuai). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lahan tambak di Kecamatan Brangsong berada di kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Cukup Sesuai), dengan luas S1 sebesar 85,41 ha (39,68%) dan S2 129,84 ha (60,32%). Dari perhitungan persentase jumlah produksi ikan per luas wilayah tambak menunjukkan bahwa tambak di Kecamatan Brangsong cocok untuk budidaya lele. Namun, dengan perawatan tambak yang memadai, tambak di Brangsong sangat potensial untuk budidaya bandeng dan udang yang bernilai ekonomis tinggi. Ditinjau dari data jumlah produksi ikan tahun 2009-2012 menunjukkan produksi ikan tidak mengalami kenaikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain : kondisi area tambak yang kotor, kondisi ekonomi petani tambak yang kurang memadai, dan kondisi cuaca yang buruk. Kata kunci : SIG, kesesuaian lahan, budidaya tambak

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geodesic Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geodesic Engineering
ID Code:42762
Deposited By:Mr Teknik Geodesi UNDIP
Deposited On:17 Sep 2014 11:58
Last Modified:17 Sep 2014 11:58

Repository Staff Only: item control page