MASSA PROTEIN DAN KALSIUM DAGING PADA AYAM KEDU AWAL BERTELUR YANG DIBERI RANSUM DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA

AKBRIANI, Alidya Nurrahma (2013) MASSA PROTEIN DAN KALSIUM DAGING PADA AYAM KEDU AWAL BERTELUR YANG DIBERI RANSUM DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA. Undergraduate thesis, Nutrisi dan Makanan Ternak.

[img]
Preview
PDF
133Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

106Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

89Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

122Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

84Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

237Kb

Abstract

RINGKASAN ALIDYA NURRAHMA AKBRIANI. H2C008007. 2013. Massa Protein dan Kalsium Daging pada Ayam Kedu Awal Bertelur yang diberi Ransum dengan Level Protein Berbeda. (Pembimbing: NYOMAN SUTHAMA dan ISMARI ESTININGDRIATI). (Muscle Protein and Calcium Mass of Kedu Chicken at the Beginning Period of Egg Laying Given Different Levels of Dietary Protein) Penelitian bertujuan mengkaji massa protein daging dan massa kalsium dalam daging ayam Kedu periode awal bertelur akibat pemberian ransum berbeda level protein. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2012 dikandang Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Ternak percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah 75 ekor ayam Kedu hitam jengger merah umur 24 minggu dengan bobot badan awal 1457,79 ± 239,07 g. Ransum penelitian meliputi ransum formula peternak yang hanya menggunakan empat bahan (jagung kuning, dedak, konsentrat dan premix), dengan kandungan protein 12,25% dan energi metabolis 2618,72 kkal/kg sebagai T0. Dua jenis ransum lainnya merupakan formula perbaikan menggunakan bungkil kedelai, tepung ikan, tepung cangkang kerang dan CaCO3 dengan kandungan protein 14,24% dan energi metabolis 2802,80 kkal/kg untuk T1, dan protein 16,12% dan energi metabolis 2730,29 kkal/kg untuk T2. Parameter yang diukur meliputi konsumsi ransum, protein tercerna, massa protein, massa kalsium daging, bobot telur dan hen day production ayam Kedu. Semua data hasil penelitian dianalisis menggunakan prosedur sidik ragam dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap protein tercerna, massa protin dan kalsium daging pemotongan pertama dan bobot telur. Protein tercerna dengan nilai tertinggi T2 (14,41 g/ekor/hari) dan terendah T0 (10,13 g/ekor/hari), massa protein daging pemotongan pertama dengan nilai tertinggi T2 (97,64 g) dan terendah T1 (80,94 g), massa kalsium daging pemotongan pertama dengan nilai tertinggi T0 (15,18 g) dan terendah T2 (12,69 g), bobot telur pemotongan pertama dengan nilai tertinggi T2 (42,46 g) dan nilai terendah T0 (37,39 g), bobot telur pemotongan kedua dengan nilai tertinggi T2 (43,66 g) dan nilai terendah T0 (38,22 g) dan hen day production dengan nilai tertinggi T2 (27,53%) dan terendah T0 (18,76%), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, massa protein dan kalsium daging pemotongan kedua. Simpulan penelitian adalah pemberian ransum dengan level protein 16% dapat meningkatkan massa protein dan kalsium daging terutama pada pemotongan pertama.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:42698
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:20 Mar 2014 09:41
Last Modified:20 Mar 2014 09:41

Repository Staff Only: item control page