PENATAAN KAWASAN KAMPUNG JENGGOT PEKALONGAN SEBAGAI KAMPUNG WISATA PRODUKSI BATIK

ZULFIDA, ARIEFIANA and E. Pandelaki, Edward and Purwanto, Edi (2013) PENATAAN KAWASAN KAMPUNG JENGGOT PEKALONGAN SEBAGAI KAMPUNG WISATA PRODUKSI BATIK. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro FT. Jurusan Arsitektur.

[img]
Preview
PDF
389Kb
[img]
Preview
PDF
343Kb
[img]
Preview
PDF
321Kb
[img]
Preview
PDF
403Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1760Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2149Kb
[img]
Preview
PDF
265Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

925Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

407Kb
[img]
Preview
PDF
270Kb

Abstract

Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan kota batik, saat ini memiliki branding baru yaitu The World City Of Batik. Branding atau pencitraan kota ini menunjukkan bahwa batik merupakan produk unggulan dan kebanggan kota Pekalongan yang pada dasarnya adalah salah satu warisan budaya dunia. Batik dan industrinya terus tumbuh dan berkembang pesat di Kota Pekalongan. Pertumbuhan dan perkembangan industri batik di kota Pekalongan menjadi salah satu karakteristik Kota Pekalongan yang sangat mendukung program pengembangan wisata belanja di Kota Pekalongan. Upaya pengembangan wisata belanja ini salah satunya adalah dengan mengembangkan kawasan yang pada dasarnya merupakan sentra produksi batik di Kota Pekalongan. Salah satu contoh upaya tersebut yang sudah terbentuk adalah yaitu kampung batik Kauman, dan kampung batik Pesindon. Kampung batik ini dimaksudkan sebagai salah satu alternatif promosi batik dan alternatif rekreasi di kota Pekalongan. Kampung-kampung sentra industri batik di Kota Pekalongan yang sebenarnya jumlahnya sangat banyak belum terekspose dan mendapat perhatian. Salah satunya kawasan kampung Jenggot yang memiliki nilai produksi batik paling tinggi di Kota Pekalongan. Potensi produksi batik ini mampu menjadi daya tarik wisata tersendiri yang berbeda dengan kampung-kampung batik yang telah ada sebelumnya. Kawasan permukiman di kawasan Jenggot ini bukanlah kawasan yang didesain khusus sebagai destinasi wisata. Namun, melihat potensi di kawasan tersebut yang dapat dikembangkan menjadi salah satu alternatif wisata perlu memperhatikan keberlanjutan kawasan permukiman itu sendiri. Melalui observasi lapangan yang telah dilakukan, fenomena yang ditemukan adalah perkembangan industri batik hanya memperhatikan aspek ekonomi dan kurang mempedulikan aspek lingkungan dan sosial. Ketidakseimbangan ini yang mengancam keberlanjutan kawasan kampung Jenggot itu sendiri. Melalui inisiatif penataan kawasan ini diperlukan sebuah konsep yang tepat untuk diterapkan di kawasan dengan aktifitas yang beragam ini. Konsep wisata produksi ini diharapkan mampu mendorong sektor industri batik lebih maju dan semakin memperkenalkan proses produksi batik kepada masyarakat luas. Konsep desain di dalam penataan kawasan ini mengacu pada sustainable settlement yang diharapkan mampu menciptakan sebuah kawasan permukiman industri kecil yang secara berkelanjutan dapat memberdayakan masyarakat setempat sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakatnya saat ini maupun di masa mendatang tanpa meninggalkan perhatian pada lingkungan. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu konsep yang dapat menjadi pemecahan masalah antara industri, permukiman dan lingkungan yang menjadi perpaduan permasalahan yang ada di kawasan Jenggot

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:42638
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:12 Mar 2014 08:41
Last Modified:12 Mar 2014 08:41

Repository Staff Only: item control page