Rumah Sakit Mata Kota Semarang

Wahyu Wicaksono, Catur and Suyono, Bambang and Indraswara, M. Sahid (2013) Rumah Sakit Mata Kota Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro FT. Jurusan Arsitektur.

[img]
Preview
PDF
22Kb
[img]
Preview
PDF
171Kb
[img]
Preview
PDF
123Kb
[img]
Preview
PDF
531Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

751Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

829Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1164Kb
[img]
Preview
PDF
112Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

850Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1218Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

396Kb
[img]
Preview
PDF
136Kb

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan dan merupakan negara yang beriklim tropis. Salah satu dampak dari iklim tropis terhadap kesehatan masyarakat adalah terjadinya gangguan pada kesehatan mata. Mata adalah indra penglihatan yang syarat penting bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengingat fungsi vital mata manusia maka akan sangat mengganggu aktivitas seseorang apabila mengalami gangguan mata. Terjadinya gangguan kesehatan mata berarti menyebabkan penurunan pada tingkat sumber daya manusia itu sendiri. WHO (World Health Organiation) menyatakan bahwa jika angka kebutaan lebih dari 1 persen di sebuah negara maka masalah ini menjadi masalah sosial. Dan menurut data dari Kementrian Republik Indonesia pada tahun 1996, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5% atau lebih dari dua juta tunanetra di Indonesia sedangkan pada tahun 2007 meningkat menjadi 1,8%. Angka ini merupakan angka yang cukup tinggi di Asia dari perbandingan beberapa negara di Asia lainnya seperti di Bangladesh yang angka kebutaannya 1%, di India 0,7%, dan Thailand 0,3% menurut data Eye Disease Prevalence Research Group (2004). Salah satu gangguan pada kesehatan mata adalah penyakit katarak yang banyak terjadi di negara-negara tropis seperti di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan faktor penyebab penyakit katarak yaitu sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat menyebabkan proses berkembangnya penyakit katarak berlangsung lebih cepat. Dan menurut Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan menderita katarak lebih cepat 15 tahun dibandingkan masyarakat yang tinggal di daerah subtropis. Penyebab utama kebutaan lainnya adalah glaukoma dengan prosentase sebesar 0,5% dan disusul dengan beberapa gangguan mata yang menjangkit masyarakat Indonesia saat ini.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:42637
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:12 Mar 2014 08:20
Last Modified:12 Mar 2014 08:20

Repository Staff Only: item control page