PERILAKU VERBAL ANTARA DOSEN DENGAN MAHASISWA ASING DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Ardiana, Eva (2009) PERILAKU VERBAL ANTARA DOSEN DENGAN MAHASISWA ASING DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[img]PDF (tesis/skripsi)
52Kb

Abstract

INTISARI Kajian bahasa Indonesia untuk penutur asing masih merupakan bidang yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku verbal antara dosen dengan mahasiswa asing dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang pada semester gasal 2008/2009. Perilaku verbal antara dosen dengan mahasiswa asing dalam penelitian ini didekati dengan teori sosiopragmatik, pembelajaran dan pemerolehan bahasa. Perilaku verbal antara dosen dengan mahasiswa asing dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia diungkap melalui pola penggunaan bahasa, struktur pertukaran tuturan, pemunculan inisiasi, kesempatan berbicara, dan banyaknya tuturan. Perilaku verbal ini dikaitkan dengan faktor kebangsaan, tempat tinggal, pendidikan, bahasa yang dikuasai secara aktif, jenis kelamin, dan umur, serta konteks percakapan. Pengumpulan data dilakukan dengan: observasi partisipatoris; wawancara terstruktur; dan wawancara mendalam. Dalam pengumpulan data digunakan alat bantu audio recorder, kamera, dan alat tulis. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif: dengan tabel distribusi frekuensi tunggal dan analisis kualitatif dengan metode analisis: deskriptif dan kategoris, selanjutnya, memaknai secara teoretis kategorisasi tersebut. Dalam penelitian ini dijumpai enam bahasa selain bahasa Indonesia digunakan dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu bahasa Inggris, Prancis, Arab, Cina, Myanmar, dan Jawa. Bahasa Inggris digunakan untuk membantu pemahaman bahasa Indonesia mahasiswa asing (pengungkapan maksud). Bahasa Prancis digunakan untuk pemberian contoh. Bahasa Arab dan bahasa Myanmar digunakan untuk tanya jawab suatu konsep. Bahasa Cina digunakan untuk menjelaskan salah satu budaya Cina yang hidup di Indonesia. Bahasa Jawa digunakan untuk menjelaskan arti kata/nama dari suku Jawa dan untuk mengungkapkan emosi. Secara kuantitatif, penggunaan bahasa Inggris lebih menonjol dibandingkan dengan penggunaan bahasa yang lain. Hal ini terutama dijumpai pada perilaku verbal Dosen Dua dan Dosen Tiga. Berdasarkan pemunculan inisiasi (I), reinisiasi (Ri), tanggapan (T), dan balikan (B), terdapat sepuluh pola yaitu pola I, pola I-Ri, pola I-Ri-T, pola I-Ri-T-B, pola I-Ri-T-B-T, pola I-T, pola I-T-B, pola I-T-B/I, pola I-T-B-T, dan pola I-T-B-T-B. Pola yang paling banyak dijumpai adalah pola I-T-B. Berdasarkan empat kriteria (yaitu pemunculan inisiasi, penggunaan kesempatan berbicara, pergantian berbicara, dan banyaknya tuturan) terlihat bahwa dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia, peranan dosen sangat menonjol.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
Divisions:Faculty of Humanities > Department of Indonesian
ID Code:4261
Deposited By:Mr. Sastra Indonesia
Deposited On:19 Jan 2010 09:17
Last Modified:19 Jan 2010 09:17

Repository Staff Only: item control page