HUBUNGAN KADAR DEBU TERHIRUP (RESPIRABLE) DENGAN KAPASITASVITALPAKSA PARU PADA PEKERJA MEBEL KAYU DI KOTA JAYAPURA

IRJAYANTI, APRIYANA (2012) HUBUNGAN KADAR DEBU TERHIRUP (RESPIRABLE) DENGAN KAPASITASVITALPAKSA PARU PADA PEKERJA MEBEL KAYU DI KOTA JAYAPURA. Masters thesis, Program Pascasarjana Undip.

[img]
Preview
PDF
1228Kb

Abstract

Latar Belakang:Salah satu pekerja sektor informal adalah pekerja mebel kayu. Pekerja ini merupakan kelompok yang tergolong belum mendapatkan pelayanan kesehatan kerja yang diharapkan. Gangguan fungsi paru akibat kerja adalah masalah paling umum terutama sektor industri pengolahan kayu. Metode:Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan faktor-faktorkadar debu terhirup (respirable), umur, masa kerja, status gizi, kebiasaan merokok, kebiasaan berolahraga, lama paparan dan penggunaan APD dengan kapasitasvital paksa paru pada pekerja mebel kayu di Kota Jayapura.Ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectionaldan jumlah sampel sebanyak 40 orang diambil secara purposive sampling. Kadar debu terhirup diukur menggunakan Personal Sample Pump, analisis debu diuji menggunakan metode Gravimetri, sedangkan kapasitas vital paksaparu diukur dengan Spirometri, dan data lainnya diperoleh melalui wawancara. Analisis datamenggunakan uji Kendall’s Taudan Mann Whitney(α = 0,05). Hasil:Penelitian menunjukkan kadar debu terhirup yang melebihi NAB (>1 mg/m3)sebanyak 3 responden (7,5 %), kadar debu tertinggi yaitu 1,220 mg/m3 dan terendah yaitu 0,020 mg/m3, nilai rata-rata 0,222 dan SD 0,282 sedangkan kapasitas vital paksaparu sebanyak 23 responden (42,5 %) mengalami gangguan fungsi paru (restriksi), 5 responden (12,5 %) mengalami restriksi sedang dan 18 responden (45 %) mengalami restriksi ringan dengan nilai FVC tertinggi yaitu 183 % dan terendah yaitu 51 %, nilai rata-rata 84,40 % dan SD 25,289. Uji statistik menunjukkan ada hubungan (p=0,05) antara kadar debu terhirup (p-value = 0,050) dengan kapasitasvitalpaksa parudan yang menunjukkan tidak ada hubungan(p > 0,05) yaitu umur (p-value= 0,916), masa kerja (p-value= 0,991), IMT (p-value= 0,084), kebiasaan merokok (p-value= 0,158), kebiasaan berolahraga (p-value=0,663), lama paparan (p-value=0,718), dan penggunaan APD (p-value= 0,658). Kesimpulan:Faktor yang mempengaruhi kapasitas vital paksaparu pada pekerja mebel kayu di Kota Jayapura adalah kadar debu terhirup (respirable). Kata kunci : debu terhirup (respirable), kapasitasvitalpaksaparu, pekerja mebel kayu Background:Furniture workers is one of the informal workers. Workersinthisgrouparehave not receivedoccupational health servicesas expected. Pulmonary function disorders due to workwhich the most common especially in the woodprocessing industry. Methods:Research purpose wasto analyze the relationship among factors of respirable dust level, age, workingyears, nutrition status, smoking habit, exercise habit, duration ofexposure, and use of the PPEwith the lung forcedvital capacity on wood furniture workers in Jayapura. This studywas anobservationalresearchwithcrosssectionalapproachand a sample of40mantakenbypurposivesampling. Respirabledustlevelswere measured usingthe PersonalSamplePump, testedfordustanalysisusingthe Gravimetric method, whilein the lung forced vitalcapacitywas measuredwithSpirometry, andother dataobtained byinterviews. Data analysisusing the Kendall’s Tau and Mann Whitney tests (α = 0,05). Results:The results showedlevels ofrespirabledustin excess ofTLV (>1mg/m3) for 3respondents(7,5 %), the highestdustlevelsare1.220mg/m3and the lowest at 0,020mg/m3, the averagevalue of0,222andSD 0,282whileforlungforced vitalcapacityby 23respondents(42,5 %) had disorderslungfunction(restriction), 5 respondents(12,5%) had moderaterestriction of18respondents(45%) had mildrestrictionwiththe highestvalueis183 % FVCandlowest at51 %, the averagevalue of84,40 % andSD25,289. Statistical testsshowedassociation(p =0,05) between thelevels ofrespirabledust(p-value = 0,050) withlungforced vitalcapacity, and thatshow no association(p >0,05) isage(p-value=0,916), working years (p-value=0,991), BMI(p-value<0,084), smoking habit (p-value=0,158), exercise habit(p-value=0,663), duration of exposure(p-value=0,718), anduse ofthe PPE(p-value=0,658). Conclusion:The factors thataffect thelungforced vitalcapacityinwoodfurnitureworkersin Jayapuraisrespirabledustlevels. Keywords :respirable dust levels, lung forced vital capacity, wood furniture workers

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:42541
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:28 Feb 2014 09:59
Last Modified:28 Feb 2014 09:59

Repository Staff Only: item control page