RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA PONTIANAK

MAHENDRA, DICKY and Indrosaptono, Djoko and Werdiningsih, Hermin (2013) RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA PONTIANAK. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
1276Kb
[img]
Preview
PDF
148Kb
[img]
Preview
PDF
57Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

14Mb

Abstract

Kesehatan adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat berdasarkan Target Tujuan Pembangunan Millenium atau Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 yakni upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia khusus untuk bidang kesehatan yang berfokus pada mendorong perbaikan kesehatan anak dan ibu melahirkan melalui percepatan penurunan Angka Kematian Anak (untuk Bayi dan Balita) dan penurunan Angka Kematian Ibu. Penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan dengan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) diharapkan dilaksanakan secara terpadu, menyelururh dan berkesinambungan serta dapat menjangkau lingkup spasial yang cukup ekstentif, sehingga akses masyarakat terhadap berbagai layanan kesehatan menjadi lebih baik. Untuk itu diperlukanlah berbagai macam fasilitas kesehatan dan unit-unit penyelengaraan layanan kesehatan pada tingkat komunitas masyarakat. Kota Pontianak adalah ibukota Kalimantan Barat yang merupakan kota terpadat di Kalimantan Barat dengan jumlah penduduk 554,764 di tahun 2010 berdasarkan data Sensus Penduduk 2010 (SP2010), BPS Provinsi Kalimantan Barat 2011. Tingkat pertumbuhan penduduk di Kota Pontianak dan sekitarnya setiap tahun semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Badan Perncanaan dan Pembangunan Daerah Kalimantan Barat yang di Publish 01 Mei 2012 06:15. (bappeda.pontianakkota.go.id) menunjukkan bahwa jumlah penduduk mengalami peningkatan selama kurun waktu empat tahun, dari 521.568 jiwa tahun 2008, menjadi 565.856 jiwa di tahun 2011 dengan peninggkatan sebesar 7,82%, dan kemungkinan akan semakin meningkat dalam kurun waktu 10 tahun hingga 20 mendatang. Sumber data BPS Kota Pontianak, berdasarkan Pontianak Dalam Angka 2011, menyebutkan saat ini hanya memiliki 7 Rumah Sakit Umum baik pemerintah maupun swasta (2 RS kelas B, 1 RS Kelas C, 2 RS kelas D, 1 RS TNI/POLRI kelas IV, 1 RS non kelas), 1 Rumah Sakit Anak dan Bunda, 3 Rumah Sakit Bersalin (1 RS B Swasta, 1 RS B kelas C, 1 RS B non kelas), 1 Rumas Sakit jiwa (RS Jiwa kelas A), 15 Klinik/ balai kesehatan dan 23 Puskesmas. Dari semua pelayanannya merupakan pelayanan tingkat madya, dan hanya 2 rumah sakit umum yang tingkat pelayanannya Kelas B. Sehingga apabila terjadi kasus persalinan yang relatif berat seperti kehamilan diluar rahim dan sebagainya, pasien harus dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Pulau Jawa, padahal akses dari Kota Pontianak membutuhkan waktu minimal 3 sampai 4 jam untuk ke Jakarta jika menggunakan pesawat udara, tidak menutup kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan menginggat jarak tempuhnya yang jauh ditambah lagi dengan biaya perjalanan/transportasi yang relatif tidak murah. Oleh karena itu adanya fasilitas dan sarana yang memadai yang dapat melayani kesehatan ibu dan anak serta persalinan ibu hamil sebenarnya dibutuhkan Kota Pontianak. Salah satu fasilitas tersebut diwujudkan dalam bentuk sebuah Rumah Sakit yang khusus menangani ibu dan anak yang lebih besar dan terstandar dengan baik juga bisa digunakan sebagai rumah sakit rujukan. Metode perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Pontianak ini diawali dengan melakukan kajian terhadap definis rumah sakit, menganalisis standar-standar ruang, tinjauan mengenai zonasi dan sifat-sfat ruang, tinjauan praturan perundang-undangan rumah sakit, serta melakukan studi banding beberapa Rumah Sakit Ibu dan Anak yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Pontianak, perkembangan Penduduk di kota tersebut, Perkembangan pasien bak ibu maupun anak, serta tinjauan terhadap aspek perundang-undangan mengenai tata bangunan dan lingkungan di Kota Pontianak. Dengan penekanan desain arsitektural Post-Modern oleh arsitek Charles jenck. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:42512
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:26 Feb 2014 11:19
Last Modified:26 Feb 2014 11:19

Repository Staff Only: item control page