Rumah Susun Sederhana Milik KORPRI Kota Semarang

Ratri Wulansari , Dwi and Suprapti, Atiek and Supriyadi, Bambang (2013) Rumah Susun Sederhana Milik KORPRI Kota Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
314Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2128Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

421Kb
[img]
Preview
PDF
264Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1320Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

525Kb
[img]
Preview
PDF
268Kb
[img]
Preview
PDF
426Kb

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah. Sebagai kota terbesar di lingkup proinsi Jawa Tengah, Kota Semarng menjadi sasaran kegiatan pembangunan oleh pemerintah. Pembangunan dalam berbagai bidang/aspek ini tumbuh seiring dengan pertumbuhan penduduk di dalamnya. Semakin banyak manusia yang ditampung dalam suatu kota, semakin banyak juga kebutuhan ruang untuk berbagai macam aktivitasnya didukung oleh bangunan fisik dan infrastruktur yang memadai. Penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman dengan berbagai aspek permasalahannya sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 4 Tahun 1992 tentang perumahan dan permukiman dilaksanakan sebagai satu kesatuan fungsional dalam wujud tata ruang fisik, kehidupan ekonomi, dan sosial budaya dalam kerangka mendukung ketahannan nasional, mampu menjamin kelestarian lingkunganhidup dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Perumahan dan permukiman, selain merupakan salah satu kebutuhan dasar, juga mempunyai fungsi yang strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, pembinaan generasi muda, tempat persemaian budaya, serta barang modal (capital goods). Kebutuhan ruang untuk hunian menjadi suatu kebutuhan primer yang harus diakomodir oleh suatu kota. Selama ini pembangunan permukiman secaran horizontal, seperti landed house, telah berdampak berkurangnya lahan yang tersedia untuk kegiatan pembangunan lebih lanjut. Padahal pertumbuhan penduduk Kota Semarang terus meningkat dan berbanding lurus dengan kebutuhan rumah tinggal. Pusat kota sebagai Central Business District semakin padat oleh bangunan komersial dan perkantoran. Pasokan lahan di pusat kota pun semakin minim. Akibatnya pembangunan merambah daerah pinggiran kota/suburban. Hal ini disebut juga dengan urban sprawl.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:42361
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:20 Feb 2014 11:24
Last Modified:20 Feb 2014 11:24

Repository Staff Only: item control page