STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN BIDANG AGROFORESTRY DI WILAYAH BKPH TANGGUNG KPH SEMARANG

SETIANA, Haris (2012) STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN BIDANG AGROFORESTRY DI WILAYAH BKPH TANGGUNG KPH SEMARANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Undip.

[img]
Preview
PDF
638Kb

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan 1) mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kegiatan agroforestry di BKPH Tanggung belum optimal, 2) mengkaji tingkat pendapatan masyarakat dan upaya rehabilitasi lahan di wilayah hutan BKPH Tanggung, 3) mengetahui sampai sejauh mana peran kelembagaan terhadap pengembangan agroforestry dalam upaya peningkatan penghasilan masyarakat dan rehabilitasi lahan di wilayah BKPH Tanggung, 4) membuat rencana strategi pengembangan kelembagaan bidang agroforestry di BKPH Tanggung. Penelitian telah dilakukan di BKPH Tanggung bulan November 2011 sampai dengan bulan Januari 2012. Metode penelitian adalah metode survey dan penentuan sampel dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan pencatatan data primer serta pengamatan lapangan. Data diproses dengan mengumpulkan, menyusun dan mengklasifikasikannya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dalam analisis usaha tani sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan analisis SWOT dan interpretasi hasil analisis didasarkan pada teori-teori maupun hasil penelitian yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) faktor-faktor yang menyebabkan kegiatan agroforestry di BKPH Tanggung belum optimal adalah karena tingkat pendidikan petani hutan yang rendah, kurangnya ketersediaan modal dan sarana pertanian berupa pupuk bersubsidi, dan kurangnya pemahaman tentang program kegiatan agroforestry secara lengkap oleh para petani hutan, 2) masyarakat memperoleh peningkatan pendapatan sebesar Rp 4.962.632,00 – Rp 10.287.504,00 per hektar per musim tanam dari hasil penanaman tanaman jagung sebagai tanaman semusim yang ditanam secara tumpangsari dengan keberhasilan persentase tumbuh tanaman pokok sebesar 96%, 3) kelembagaan yang ada berperan dalam kegiatan agroforestry terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan keberhasilan rehabilitasi lahan, 4) hasil analisis SWOT menunjukkan strategi yang dapat diterapkan di BKPH Tanggung adalah strategi agresif dengan strategi meliputi optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan kawasan, penggalian potensi hasil hutan lain, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, pengembangan jaringan kerja dan kemitraan serta peningkatan kualitas SDM. Kata Kunci : Agroforestry, Kelembagaan, Peningkatan Pendapatan dan Rehabilitasi This research has been carried out with the aim of 1) determine the factors that cause agroforestry activities in BKPH Tanggung is not optimal, 2) assess the level of income of the people and the rehabilitation of land in forest areas BKPH Tanggung, 3) determine the extent to which institutional role in the development of agroforestry efforts to improve the community and the rehabilitation of land in the area BKPH Tanggung, 4) institutional development of strategic planning in the field of agroforestry BKPH Tanggung. Research has been conducted in BKPH Tanggung in November 2011 to January 2012. The research method is a survey method and sampling with purposive sampling technique. Data collected by observation, interview and record primary data and field observations. Data processed by gathering, organizing and classifying. Descriptive data were analyzed quantitatively and qualitatively. Quantitative data analysis was performed in the analysis of farm while qualitative analysis carried out with a SWOT analysis and interpretation of the results of the analysis is based on the theories and research that have been there. The results showed that 1) the factors that led to agroforestry activities in BKPH Tanggung is not optimal because the rate of forest farmer education are low, the lack of availability of capital and subsidized agricultural inputs such as fertilizers, and lack of understanding of the complete program of agroforestry activities by forest farmers , 2) the public to increase income of Rp 4.962.632,00 – Rp 10.287.504,00 per hectare per cropping season from the planting of corn crops are grown intercropped with staple crops grown success percentage of 96%, 3) institutional role in agroforestry activities, especially in increasing incomes and improving the success of rehabilitation, 4) the results of the SWOT analysis show that the strategy can be applied in BKPH Tanggung is an aggressive strategy includes the optimization of management and use of the area, extracting potential of other forest products, empowerment forest communities, the development of networks and partnerships, and improving the quality of human resources. Keywords : Agroforestry, Institutional, Income Improvement and Rehabilitation

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Agribusiness
ID Code:42351
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:20 Feb 2014 10:27
Last Modified:20 Feb 2014 10:27

Repository Staff Only: item control page