Rumah Sakit Khusus Paru di Kabupaten Semarang

Ari Santi, Novia and Suyono, Bambang and Trilistyo, Hendro (2013) Rumah Sakit Khusus Paru di Kabupaten Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
431Kb
[img]PDF
71Kb
[img]PDF
50Kb
[img]
Preview
PDF
102Kb
[img]PDF
48Kb
[img]
Preview
PDF
532Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1239Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

388Kb
[img]
Preview
PDF
173Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2548Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

519Kb
[img]
Preview
PDF
91Kb

Abstract

Paru-paru merupakan organ manusia yang sangat penting dan rentan terhadap serangan penyakit, sehingga banyak penyakit yang menyerang organ pernapasan ini.Karakter dari penyakit paru-paru selain mudah menghinggapi paru-paru manusia juga rawan menyebabkan komplikasi, karena selain berfungsi sebagai penukar oksigen dari luar dengan karbondioksida dari dalam tubuh, paru-paru juga berfungsi untuk menyaring darah kotor dari jantung. Oleh karena itu, dengan terganggunya fungsi paru-paru maka akan menyebabkan gangguan jantung dan organ-organ lain yang berkaitan dengan darah seperti ginjal, hati dan sebagainya. Selain mudah menyebabkan komplikasi terhadap organ lain, karakter penyakit paru-paru adalah sangat mudah menular. Tetapi tidak semua penyakit Paru-paru mudah untuk menular, penyakit paru-paru yang sangat mudah menular merupakan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri diantaranya adalah TBC, Flu Burung, Flu Babi, Bronkitis, Ispa, Influensa. Pasien penyakit paru-paru membutuhkan penanganan khusus dan intensif karena penyakit-penyakit yang menyerang organ ini biasanya membutuhkan waktu yang panjang untuk proses penyembuhan dan pemulihan. Selain itu, pasien paru-paru juga harus ditempatkan secara khusus dengan sistem ventilasi baik, kualitas udara, dan jauh dari pasien penyakit lain sehingga tidak terjadi penularan penyakit dari atau ke pasien lain. Di Negara maju diperkirakan hanya 10 sampai sampai 20 kasus di antara 100.000 penduduk dan angka kematiannya hanya berkisar antara 1 sampai 5 orang per 100.000 penduduk. Sedangkan di Asia terdapat 110 kasus baru di antara 100.000 penduduk. Menurut WHO (World Health Organization) dalam Global Tuberculosis Control 2011 disebutkan bahwa ada 22 negara yang dikategorikan sebagai high burden countries ( negara dengan penularan TB Paru yang tinggi) terhadap penyakit TB Paru dan Indonesia termasuk didalamnya. Lima negara dengan jumlah terbesar kasus TB Paru pada tahun 2011 adalah India, China, Afrika Selatan, Indonesia dan Pakistan.(5) Data Kementerian Kesehatan tahun 2011 menunjukkan bahwa insiden semua tipe TB adalah 450.000 kasus atau 189 per 100.000 penduduk, angka prevalesi semua tipe TB 690.000 atau 289 per 100.000 penduduk dan angka kematian TB sebesar 64.000 atau 27 per 100.000 penduduk atau 175 orang per hari.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:42254
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:14 Feb 2014 10:13
Last Modified:14 Feb 2014 10:13

Repository Staff Only: item control page