SLB Tunarung Terpadu Semarang dengan Penekanan Universal Design

Oktavallyan S, Dwi and Wijayanti, Wijayanti and Indriastjario, Indriastjario (2013) SLB Tunarung Terpadu Semarang dengan Penekanan Universal Design. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
620Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2946Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

718Kb
[img]
Preview
PDF
587Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

874Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1733Kb
[img]
Preview
PDF
561Kb

Abstract

Bicara merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri dalam hidup ini. Dalam kehidupan ini, ada sejumlah anak yang tidak bisa bicara dan mendengar secara baik, penyandang tunarungu/wicara. Anak Tunarungu adalah anak yang bisu dan tuli namun bukan berarti mereka tidak bisa berkomunikasi. Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan bahasa bibir. Ini adalah sarana komunikasi bagi penyandang tunarungu/wicara. Bicarabagi tunarungu membutuhkan dukungan besar dari orangtua, sejak kecil setelah orang yang menerima dan menyadari putra putrinya adalah penyandang tunarungu/wicara. Orangtua serta adik-kakaknya berkomunikasi menggunakan gerak bibir. Dukungan yang besar dari keluarga membuat tumbuh rasa percaya dirinya untuk tidak pernah malu berbicara dengan orang di lingkungan sekitarnya. Anak-anak berkebutuhan khusus ini adalah anak-anak yang memiliki keunikan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang membedakan mereka dari anak-anak normal pada umumnya. Seperti halnya anak normal, anak yang berkebutuhan khusus juga memerlukan sebuah pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat. Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali. Anak berkebutuhan khusus juga mempunyai hak yang sama dengan anak normal. Anak berkebutuhan khusus juga sangat dapat berkontribusi untuk bangsa ini apabila penanganan dilakukan sejak dini dengan benar dan tepat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, Tunarungu memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Anak berkebutuan khusus tunarungu ini bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) bagian B untuk tunarungu. Pendidikan luar biasa adalah merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Selain itu pendidikan luar biasa juga berarti pembelajaran yang dirancang khususnya untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik. Pendidikan luar biasa akan sesuai apabila kebutuhan siswa tidak dapat diakomodasikan dalam program pendidikan umum. Secara singkat pendidikan luar biasa adalah program pembelajaran yang disiapakan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu siswa

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:42180
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:13 Feb 2014 07:43
Last Modified:13 Feb 2014 07:43

Repository Staff Only: item control page