Potensi Keberadaan Kloroanilin Sebagai Zat Pencemar Akibat Air Limbah Industri Tekstil di Sungai Citarum Hulu

Edward Suhendra, - (2013) Potensi Keberadaan Kloroanilin Sebagai Zat Pencemar Akibat Air Limbah Industri Tekstil di Sungai Citarum Hulu. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF
1429Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

6Mb

Abstract

ABSTRAK Industri tekstil merupakan salah satu industri andalan provinsi Jawa Barat. Majalaya adalah salah satu sentra industri tekstil di provinsi Jawa Barat. Sentra industri tekstil Majalaya mulai terbentuk sejak tahun 1910-an, dan di Kecamatan Majalaya mayoritas industri tekstil yang menghasilkan air limbah berlokasi. Air limbah yang dihasilkan dibuang ke sungai Citarum Hulu. Sungai Citarum Hulu adalah sungai Citarum yang melewati DAS Citarum bagian hulu. Proses pencelupan dan pencapan dalam industri tekstil menghasilkan air limbah yang mengandung sisa pewarna tekstil. Pewarna tekstil yang paling banyak digunakan adalah pewarna azo / azo dyes. Biodegradasi azo dyes oleh bakteri pada kondisi anaerobik menghasilkan berbagai senyawa anilin sebagai produk metabolit, diantaranya adalah kloroanilin yang bersifat persisten, karsinogenik, dan mutagenik. Berbagai senyawa anilin disebut sebagai total anilin, dianalisis dengan metode kolorimetri menggunakan spektrofotometer visual. Sedangkan kloroanilin dianalisis dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Hasil analisis total anilin pada sampel air limbah tekstil di Keceamatan Majalaya setelah mengalami biodegradasi anaerobik oleh bakteri menunjukkan keberadaan total anilin tertinggi sebesar 14,46 mg/l, dan total anilin tertinggi sampel air pada sungai Citarum Hulu di Kecamatan Majalaya sebesar 3,58 mg/l. Di ujung Sungai Citarum Hulu, terdapat total anilin tertinggi sebesar 1,825 mg/l pada endapan/sedimen sungai. Sedangkan hasil analisis kloroanilin menunjukkan pada sampel air limbah tekstil di Kecamatan Majalaya setelah mengalami biodegradasi anaerobik oleh bakteri menunjukkan keberadaan 2-kloroanilin (2-CA) tertinggi sebesar 25,97 µg/l dan 4-CA tertinggi sebesar 153,00 µg/l, dan pada sampel air sungai Citarum Hulu di Kecamatan Majalaya didapatkan 2-CA tertinggi sebesar 6,87 µg/l dan 4-CA tertinggi sebesar 9,06 µg/l. Di ujung sungai Citarum Hulu, didapatkan 4-CA pada sedimen sungai sebesar 5,05 µg/l. Keberadaan total anilin dan kloroanilin baik pada air limbah tekstil dan air sungai Citarum Hulu di Kecamatan Majalaya maupun pada sedimen sungai di ujung sungai Citarum Hulu merupakan indikasi terjadinya biodegradasi azo dyes dari air limbah tekstil secara anaerobik. Kata Kunci : Sungai Citarum Hulu, air limbah industri tekstil, total anilin, kloroanilin xiii

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:41996
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:07 Feb 2014 12:27
Last Modified:07 Feb 2014 12:27

Repository Staff Only: item control page