Bioakumulasi Pb, Cd dan Zn di Lokasi Penambangan Timah Lepas Pantai Perairan Pesisir Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah

Hasti Wahyuni, - (2013) Bioakumulasi Pb, Cd dan Zn di Lokasi Penambangan Timah Lepas Pantai Perairan Pesisir Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF
221Kb
[img]
Preview
PDF
366Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

582Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

373Kb

Abstract

xxiv ABSTRAK Berkurangnya lahan pada penambangan darat menyebabkan masyarakat beralih pada penambangan lepas pantai yang biasanya dinamakan Tambang Inkonvensional (TI) Apung. Penambangan ini menyebabkan penurunan kualitas perairan. Beberapa logam ikutan dalam fase mineral sekunder antara lain Pb, Cd dan Zn yang mungkin dilepaskan ke lingkungan. Desa Batu Belubang merupakan kawasan perikanan memerlukan kualitas perairan yang baik untuk keberlangsungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Pb, Cd dan Zn di air, sedimen dan biota di lokasi TI Apung sehingga dapat dilakukan analisa nilai faktor bioakumulasinya. Penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan GPS Garmin 60 dengan cara purposive random sampling pada bulan Juni 2013. Pengambilan sampel air laut menggunakan water sampler, sampel sedimen diambil menggunakan pipa paralon, sampel plankton menggunakan planktonet, sampel kerang didapatkan dari nelayan pengumpul kerang dan sampel ikan teri dan cumi- cumi didapatkan di bagan tancap di perairan Pulau Panjang. Analisis logam berat di air dan sedimen berdasarkan prosedur standard method (APHA, 2005) sedangkan analisis logam berat di plankton dan jaringan biota berdasarkan SNI 2354.5:2011. Kandungan logam berat dibandingkan dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Kandungan logam berat Cd dan Zn di air masih berada di bawah baku mutu air laut untuk biota laut. Logam Pb di perairan telah melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Kepmen LH no. 51 Tahun 2004. Kandungan logam Pb, Cd dan Zn pada sedimen jauh lebih rendah dari baku mutu yang ditetapkan oleh Norwegia dan Irlandia. Kandungan logam berat pada kerang darah (Anadara granosa), Ikan Teri (Stolephorus, sp) dan Cumi-cumi (Loligo chinensis, gray) yang tertangkap di perairan Batu Belubang masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan secara nasional (SNI 2731.1:2010). Nilai faktor biokonsentrasi (BCFs-w) menunjukkan bahwa kemampuan sedimen dalam mengakumulasi logam Pb tertinggi pada stasiun 2 yaitu 10,037 l/kg. Nilai faktor biokonsentrasi (BCFo-s) menunjukkan kemampuan plankton dalam mengakumulasi logam Pb di sedimen (1,26) lebih tinggi dari pada kemampuan plankton dalam mengakumulasi logam Zn di sedimen (1,22), sedangkan kemampuan Plankton dalam mengakumulasi logam di air (BCFo-w) sebesar 8,275 pada stasiun 2. Nilai faktor biokonsentrasi (BCFo-s) menunjukkan kemampuan kerang, ikan teri dan cumi dalam mengakumulasi logam di sedimen sebesar 0,713; 0,564 dan 0,703. Nilai bioakumulasi kerang terhadap sedimen lebih tinggi dikarenakan sedimen merupakan habitat kerang. TI Apung berkontribusi dalam menyebarkan logam berat yang terkandung dalam tanah terlepas ke perairan. Kondisi ini memerlukan pengawasan terhadap berkembangnya TI Apung di lokasi tersebut sehingga dapat mencemari perairan tersebut. Kata kunci : Faktor Biokonsentrasi (BCF), Logam berat, Kualitas Perairan, Batu Belubang, TI Apung

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:41955
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:06 Feb 2014 15:35
Last Modified:06 Feb 2014 15:35

Repository Staff Only: item control page