Kajian Keberlanjutan Sistem Pertanian Organik Urban Farming di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto

Ferdianto Budi Samudra, - (2013) Kajian Keberlanjutan Sistem Pertanian Organik Urban Farming di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF
102Kb
[img]
Preview
PDF
48Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

95Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

506Kb

Abstract

ABSTRAK Pertanian organik urban farming di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kab. Mojokerto merupakan transformasi pertanian dengan memanfaatkan lahan pekarangan di samping rumah menggunakan mini green house. Dampak sosial ekonomi telah dirasakan oleh anggota Kelompok tani “Brenjonk”, namun untuk mengetahui keberlanjutannya perlu dilakukan studi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberlanjutan sistimurban farming ditinjau dari sistem budidaya, aspek ekologi tanah, aspek sosial dan ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, lokasi ini dipilih karena pengembangan pertanian organik di Desa ini berbasis masyarakat, dan telah mendapat apresiasi sebagai bagian dari program Kebun Rumah Pangan Lestari (KRPL) dari Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistim urban farming di lokasi penelitian sudah berkelanjutan ditinjau dari sistem budidaya, aspek ekologi, social dan ekonomi. Aspek kimia, fisika dan biologi tanah menunjukkan kondisi kesuburan tanah yang lebih baik, ditinjau dari parameter C-organik, N total, kalium, fosfor, Bahan organik, rasio C/N, KTK, pH, tekstur dan porositas tanah. kelimpahan dan keanekaragaman arthropoda (H’) di urban farming menunjukkan ekosistem yang lebih stabil dibandingkan intensef farming, meskipun ada dominasi Collembola yang berfungsi sebagai dekomposer yang berdampak positif terhadap kandungan kimia dan sifat fisika tanah, ditunjang aktivitas biologi tanah dari jumlah jamur yang lebih dominan pada lahan organik. Dari semua aspek yang telah diteliti tersebut menunjukkan bahwa aktivitas biologi tanah menunjang system budidaya urban farming, sehingga telah berkelanjutan.Dari aspek sosial yang perlu diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan usaha pertanian organik ini adalah upaya perbaikan kelestarian lingkungan, karena anggota kelompok masih kurang peka terhadap masalah lingkungan, dalam pengelolaan sampah rumah tangga, upaya menjaga ketersediaan air yang masih tergantung dari Desa. Peningkatan peran serta anggota dalam kelompok, serta perbaikan fungsi koordinasi dalam kelompok perlu diperbaiki guna menjaga keberlanjutan kelompok tani. Sementara aspek ekonomi sudah sangat baik, ditunjang dari BC rasio, harga jual produk, dll. Rekomendasi yang dirumuskan melalui analisis SWOT yakni mengoptimalkan keterbukaan masyarakat dalam menerima inovasi ini selain meningkatkan kesejahteraan sebagai kekuatan, serta peluang pasar sayuran organik terbuka luas dan dukungan dari pemerintah, sehingga pengembangan atau perluasan lahan binaan untuk meningkatkan produksi dan melakukan ekspansi pasar dengan memperhatikan sumberdaya alam yang ada. Hal ini dapat terwujud dengan bekerjasama antara masyarakat, pemerintah dan akademisi yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Kata kunci: urban farming, keberlajutan, pertanian organik, ekologi tanah, Trawas

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:41913
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:06 Feb 2014 10:52
Last Modified:06 Feb 2014 10:52

Repository Staff Only: item control page