KEAUSAN PAHAT PADA PROSES PERMESINAN BUBUT KACA

AFRIANI, TRIANA and Rusnaldy, ST, MT, PhD (2012) KEAUSAN PAHAT PADA PROSES PERMESINAN BUBUT KACA. Undergraduate thesis, Mechanical Engineering Departement, Faculty Engineering of Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
405Kb
[img]
Preview
PDF
161Kb
[img]
Preview
PDF
1002Kb
[img]
Preview
PDF
629Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

685Kb
[img]
Preview
PDF
87Kb
[img]
Preview
PDF
216Kb

Abstract

Kaca silinder batangan sangat banyak kegunaannya. Beberapa diantaranya yaitu biasanya digunakan sebagai bahan baku serat optik dan lampu berbahan serat optik. Namun sebagai material yang getas, sifat ketermesinan (machinability) kaca sangat rendah. Kekuatan fracture (fracture strength) kaca lebih rendah dari kekuatan luluhnya (yield strenghth). Ketika kaca diberi beban tarik atau tekuk pada suhu kamar, maka kaca akan hancur sebelum terjadi deformasi plastis. Pada proses permesinan bubut untuk semua material termasuk kaca, pahat merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menentukan kualitas permukaan benda kerja. Timbulnya panas bisa menyebabkan keausan pada pahat akibat terjadinya gesekan. Pengukuran keausan dilakukan dengan metode pengukuran langsung, menggunakan alat ukur jangka sorong. Proses permesinan dilakukan dengan menggunakan pahat HSS dengan beberapa kondisi yaitu kondisi permesinan kering dan menggunakan cairan pendingin, yaitu dromus dan minyak nabati. Selain itu permesinan juga dilakukan dengan pahat HSS dan tungsten carbide untuk mengamati perbedaan keausannya. Untuk mengetahui timbulnya panas pada bidang aktif pahat dilakukan pengukuran temperatur. Pengukuran dilakukan pada dua material yang berbeda yaitu kaca dan aluminium sebagai pembanding. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembubutan dengan menggunakan pahat HSS untuk beberapa kondisi permesinan yang berbeda, laju keausan yang paling tinggi yaitu dengan penggunaan minyak nabati, kemudian kondisi kering, lalu permesinan dengan penggunaan dromus memiliki laju keausan paling rendah. Sedangkan pada pemakaian jenis pahat yang berbeda, hasilnya pahat HSS menunjukkan laju keausan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pahat tungsten carbide. Laju keausan pahat meningkat seiring dengan peningkatan temperatur pada bidang aktif pahat, karena temperatur yang tinggi akan menyebabkan kekerasan pahat menurun. Kata kunci: kaca, keausan pahat, dromus, HSS, tungsten carbide,

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
ID Code:41492
Deposited By:Mrs yuni nurjanah
Deposited On:22 Jan 2014 08:33
Last Modified:22 Jan 2014 08:33

Repository Staff Only: item control page